Pelanggaran Protokol kesehatan masih marak terjadi di sejumlah daerah. Meskipun, persebaran kasus Covid 19 menggila di berbagai daerah, khususnya Yogyakarta. Meskipun demikian, masih banyak warga Yogyakarta maupun kaum pendatang yang melanggar protokol kesehatan. Hal ini sungguh mengkhawatirkan mengingat lonjakan kasus Covid 19 setiap hari meningkat.

Pihak kepolisian sudah melakukan pengoperasian secara berkala. Hasil operasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat 4 titik pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh warga, wisatawan maupun pengendara sepeda motor.  Berdasarkan pernyataan dari Christian selaku Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa terdapat 4 titik pelanggaran prtokol kesehatan.

Beberapa tempat tersebut meliputi, Malioboro, Alun-Alun, Tugu Hingga Kraton. Lokasi tersebut memang dinilai sangat strategis dan ramai dikunjungi banyak orang. Tentunya, pelanggaran protokol kesehatan sangat mungkin terjadi. Terdapat beberapa sanksi yang diberikan bagi para pelanggar beberapa diantaranya meliputi.

Foto src: jogjaprov & TNIAU

1. Teguran Tertulis hingga Sanksi Sosial

Bagi pelaku yang melanggar protokol kesehatan yang sudah diberlakukan maka akan dikenai sanksi. Sanksi dapat berupa teguran tertulis maupun sanksi sosial. Teguran tersebut ditujukan agar para pelaku benar-benar memahami bahwa wabah Covid 1 bukan bualan semata. Sanksi sosial yang diberikan berupa membersihkan fasilitas layanan publik.

Pihak pelaku usaha harus menutup warung diatas jam 21.00WIB. Apabila masih ditemui pelaku yang masih membuka toko maupun warung di atas ketentuan. Maka, pihak satpol PP memberikan sanksi secara lisan. Apabila masih tidak digubris. Maka, dilakukan sanksi secara tertulis.

2. Denda 100 Ribu Rupiah

Penerapan denda masih belum diaplikasikan atau diterapkan kepada para pelanggar. Sedangkan, pihak pemerintah kota Yogyakarta memberikan kebijakan pemberian sanksi denda 100 ribu rupiah. Pihak satpol PP diimbau tidak memberikan sanksi kekerasan, menyanyi maupun push up. Hal tersebut tidak sesuai dengan tata peraturan dan kebijakan yang sudah ditentukan.

Terdapat beberapa tahapan dalam pemberian sanksi secara tertulis maupun lisan. Apabila tidak dihiraukan maka akan dikenai sanksi yang diberlakukan. Pengoperasian protocol kesehatan sudah mulai dilakukan dua tahapan. Tahap pertama dilakukan sejak 19 September hingga September akhir. Pengoperasian ini ditujukan di pusat keramaian, seperti Malioboro, Kraton dan Tugu. Sedangkan, tahap kedua dilakukan bulan Oktober hingga Desember 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here