Upacara tumplak wajik adalah salah satu tradisi budaya yang dilakukan di Yogyakarta secara rutin satu tahun sekali, biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengawali pembuatan gunungan yang nantinya akan menjadi sarana penting di dalam sebuah Upacara Garebeg.

Makna dari tumplak wajik sendiri sebenarnya adalah menumplak wajik, dimana wajik ini merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan dan gula jawa. Hal tersebut menjadi awal pertanda atau awal dari pembuatan gunungan.

Wajik ini dipilih karena merupakan makanan yang enak, gurih dan manis. Dimana melambangkan kesejahteraan, kemakmuran dan persaudaraan.

Gunungan Dalam Upacara Tumplak Wajik

Dalam setiap tahunnya, gunungan yang digunakan sudah pasti ada lima buah. Seperti gunungan putri, kemudian gunungan putra, gunungan gepak, lalu gununungan darat serta gunungan pawuhan. Nantinya gunungan tersebut akan diserahkan dari Keraton menuju Masjid Agung.

Di masjid tersebut, semua gunungan akan didoakan sebagai rasa syukur serta permohonan kepada Tuhan akan keselamatan raja, keluarga sampai dengan kawulonya.

Gunungan tersebut juga sebagian besar dibuat dari bahan makanan, contohnya saja polo gumandul, polo kesimpar, polo kependem yang mana semuanya hasil dari bumi negeri Mataram. Dimana hal tersebut melambangkan kemakmuran.

Gejog Lesung Dilakukan Sampai Upacara Selesai

Yang menarik dari upacara ini sendiri adalah iringan gejog lesung yang mana terus dilakukan sampai upacara tersebut selesai. Gejog lesung juga menjadi tradisi orang Jawa untuk penolak bala.

Selain itu juga sebagai sebuah langkah kehati – hatian dari rakyat Jawa jika raja memiliki hajatan diadakan istilah gejog lesung. Sebenarnya tujuan utamanya adalah mengusir roh halus agar tidak mengganggu.

Tujuan Dilakukan Tumplak Wajik

GKR Mangkubumi menyebutkan jika upacara satu ini dilakukan untuk memohon ijin kepada Tuhan agar nantinya pada waktu acara garebeg, semuanya bisa berjalan secara baik. Dalam artian sebagai salah satu puji syukur atas diberinya kesehatan, keselamatan dan yang lainnya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itulah, upacara ini dilakukan setiap tahun sekali.

Jadi itulah beberapa informasi mengenai upacara tumplak wajik yang dapat Anda ketahui. Dimana tradisi ini menjadi salah satu keunikan dan daya tarik Jogja yang dapat mendatangkan banyak wisatawan lokal ataupun mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here