Upacara adat labuhan yang ada di Jogja menjadi salah satu adat yang cukup populer dimana sampai saat ini masih dilakukan. Pelaksanaan dari upacara adat ini sendiri dilakukan sebagai bentuk doa yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sebuah upaya untuk dapat membuat semua sifat buruk.

Untuk masyarakat Jogja, adat labuhan adalah sebuah momen yang sacral. Dimana untuk pelaksanaannya sendiri harus dilakukan dengan adanya perintah dari raja. Yang menjadi pelaksana dari upacara tersebut adalah juru kunci sebagai perwakilan dari raja. Sedangkan tata pelaksanaannya juga harus dilakukan dengan protokoler ketat dari pihak kerajaan.

Tujuan Dilakukannya Upacara Adat Labuhan

Di dalam bahasa Jawa, kata labuhan ini diambil dari kata labuh, dimana memiliki arti membuang. Yang dibuang adalah semua jenis sifat buruk. Pelaksanaan dari lauhan ini sendiri dilakukan sebagai peringatan dari hari penobatan atau Jumenengan Dalem. Untuk penentuan waktu pelaksanaannya sendiri dilakukan menurut perhitungan kalender Jawa.

Lokasi Pelaksanaan Upacara

Labuhan ini tidak dapat dilakukan di sembarang tempat. Karena hanya ada beberapa lokasi tertentu yang juga disebut dengan petilasan. Dalam artian merupakan tempat yang mempunyai nilai penting serta historis yang tidak dapat lepas dari berdirinya Keraton Yogyakarta. Berikut adalah beerapa petilasan yang menjadi tempat untuk melaksanakan upacara labuhan:

1. Pantai Parangkusumo

Pantai ini sendiri konon menjadi lokasi dari pertemuan Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul. Melalui bantuan Ratu Kidul, Panembahan Senopati bisa membangun kerajaan Mataram dan kemudian diteruskan menjadi Keraton Yogyakarta.

2. Gunung Merapi

Gunung Merapi ini mempunyai peran penting di dalam sejarah berdirinya Kerajaan Mataram. Dimana pada saat terjadi peran di antara Mataram serta Pajang, letusan dari gunung tersebut dapat menyelamatkan Mataram. Dengan demikian pasukan Pajang bisa dipukul mundur.

3. Gunung Lawu

Tempat ini dikenal dengan lokasi pengasingan Prabu Brawijaya V dari Kerajaaan Majapahit. Melalui pertapaan yang dilakukan di Gunung Lawu, beliau lebih dikenal dengan Sunan Lawu. Sosoknya sendiri dianggap penting oleh Keraton Yogyakarta, karena menjadi salah satu leluhur pendiri Kerajaan Majapahit.

4. Dlepih Khayangan

Lokasinya ada di kawasan perbukitan yang ada di Wonogiri. Dimana menjadi lokasi pertapaan Panembahan Senopati, dimana dilakukan sebelum mendirikan kerajaan. Namun upacara labuhannya dilakukan 8 tahun sekali dan disebut dengan labuhan ageng.

Itulah informasi mengenai upacara adat labuhan sebagai bentuk rasa syukur dan membuang hal negatif. Hal ini sering kali dijadikan sebagai wisata yang menarik dan patut dilestarikan. Namun yang menjadi masalah adalah adanya sampah yang cukup banyak di lokasi labuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here