Memulai sebuah bisnis UMKM pengrajin sangkar burung dilakukan oleh Ari Andrianto sudah sejak 2010 lalu. Tetapi semenjak saat itu, dirinya tidak langsung menjadi seorang pengrajin sangkar burung. Dirinya mengaku jika pada awalnya menjadi seorang pengrajin sangkar burung hanya sebagai sebuah sambilan.

Setelah itu, dirinya mencoba berbagai macam profesi lain. Misalnya seperti penjaga kantor, kemudian kuli bangunan, pembuat mebel sampai dengan menjadi montir di bengkel. Tetapi keahliannya menjadi seorang pengrajin sangkar burung memang tak lepas dari dirinya sehingga pada akhirnya kembali menekuni pekerjaannya tersebut.

UMKM Pengrajin Sangkar Burung Menjadi Keahliannya

Pria yang sering disapa dengan Dalidjo ini juga mengaku jika keahliannya dalam membuat sangkar burung didapatkan secara otodidak. Ketika itu, ada banyak pelaku UMKM yang terdampak pandemi covid-19.

Tetapi tidak dengan usaha yang sedang dijalankannya tersebut. Dirinya justru kebanjiran orderan sangkar burung dari para konsumennya meskipun tidak terlalu signifikan.

“Alhamdulilah untuk pesanan meningkat meskipun tidak terlalu signifikan. Untuk peningkatannya sendiri yang biasanya dalam satu bulan mendapatkan 10 sampai 15 pesanan, sekarang dapat mencapai 20 sampai 25 pesanan,” ujarnya.

Lokasinya sendiri ada di Dusun Kalipetir Lor, Margosari, Kapanewon Pengasih. Dirinya juga menyelesaikan sejumlah pesanan sangkar burung tersebut. Dalidjo dapat menjual sangkar burung dengan dua jenis, yaitu sangkar burung mentahan dan juga sangkar burung jadi.

Sangkar burung mentahan sendiri pada dasarnya sudah jadi serta dapat digunakan, namun belum dilakukan finishing serta pewarnaan.

Harga Sangkar Burung

Harga yang dipatok pada sangkar burung buatannya bervariasi. Mulai dari Rp 45.000,- sampai dengan Rp 350.000,-. Semua tergantung dari desain dan bahannya.

“Untuk harganya sendiri tergantung dari pewarnaan. Contohnya jika warna natural harga sangkar tersebut berkisar Rp 200.000,-. Sedangkan untuk yang warna warni dapat mencapai Rp 350.000,-.

Untuk saat ini jenis dari sangkar yang paling banyak dipesan adalah sangkar untuk burung kenari ataupun burung kacer. Meskipun demikian, sangkar buatan Dalidjo ini terbilang cukup kondang. Karena sudah terjual di Bantul, Yogyakarta, Sleman, bahkan sampai Jawa Tengah.

Menurutnya, pecinta burung yang ada di wilayah Kulon Progo cenderung lebih mengutamakan kualitas sangkar meskipun untuk harganya lebih bahal.

“Saya cenderung lebih mengutamakan kualitas. Sehingga saya mengerjakan sangkar ini sendirian agar dapat memastikan kualitas sangkar lebih baik, meskipun harganya lebih mahal. Jadi UMKM pengrajin sangkar burung saya bisa semakin berkembang,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here