Tradisi Jemparingan menjadi salah satu tradisi budaya yang sampai saat ini masih sangat terjaga dengan baik. Jika membicarakan tentang tradisi dan budaya Jogja memang tidak akan pernah ada habisnya, namun hal tersebut yang membuat para wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Yogyakarta. Jadi untuk Anda yang mungkin sedang liburan di Jogja, bisa mencoba tradisi ini.

Tradisi Jemparingan Mengandung Filosofi

Jemparingan sendiri merupakan sebuah panahan tradisional yang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram. Dimana pasukan kerajaan tersebut menggunakan jemparingan sebagai sarana untuk latihan fisik dan melatih ketajaman konsentrasi.

Selain itu dapat dibilang kegiatan tersebut tidak selalu mengenai jasmani, tetapi juga jiwa. Dan konon keberhasilan dari memanah tergantung dari kondisi hati.

Dulunya Hanya Dimainkan Oleh Bangsawan

Jemparingan ini memang berbeda dibandingkan olahraga memanah pada umumnya. Jika Anda melihat orang yang sedang melakukan panahan sembari berdiri, untuk jemparingan ini dilakukan dengan cara duduk bersila.

Dulunya kegiatan ini dilakukan para bangsawan yang sedang mengobrol, ditemani secangkir teh atau kopi dan makanan ringan. Dan posisi yang bersila tersebut yang dianggap paling nyaman untuk saling mengobrol dan bertukar pikiran.

Jika dulunya hanya raja serta keturunannya dan bangsawan yang bisa memainkan jemparingan ini, panahan tradisional satu ini sekarang dapat dimainkan semua rakyat biasa. Dan sampai dengan saat ini tradisinya masih begitu terjaga dengan baik. Bahkan saat ini sudah ada tempat kursus jemparingan.

Harus Mengenakan Pakaian Adat Jawa

Melakukan kegiatan jemparingan sendiri terdapat kostum khusus, terlebih jika sedang berkompetisi. Dimana Anda harus mengenakan pakaian adat Jawa secara lengkap. Jika Anda laki – laki, tentunya mengenakan beskap dan juga blangkon. Sedangkan jika Anda perempuan mengenakai jarik dan kebaya. Bahkan untuk laki – laki terkadang dapat menyisipkan keris.

Hal tersebut dilakukan untuk meneruskan tradisi, dimana pada zaman dulu pemain jemparingan mengenakan pakaian adat Jawa.

Latihan Tradisi Jemparingan di Royal Ambarrukmo

Untuk Anda yang tertarik untuk mencoba melakukan jemparingan ini, tidak perlu menunggu adanya event khusus. Anda bisa datang ke Royal Ambarrukmo setiap hari Jumat pada jam 3 sampai 5 sore. Jika di luar hari Jumat, maka nantinya akan dikenakan biaya Rp 175 ribuan perorangnya dan sudah lengkap dengan perlengkapan yang dibutuhkan.

Jadi bagaimana, tertarik untuk mencoba tradisi Jemparingan? Langsung saja cek ke komunitas panahan tradisional di jogjakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here