Ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk bahan introspeksi di dalam rangka pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bisa selalu mendapatkan perlindungan dan juga keselamatan dalam hidup.

Topo Lampah Bisu merupakan sebuah tradisi dari Keraton Yogyakarta yang masih dilakukan hingga saat ini. Tradisi biasanya dilakukan pada setiap malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa atau jika dalam penanggalan Islam adalah tahun baru Islam. Tradisi ini diikuti oleh para abdi dalem Keraton dan ada banyak juga warga Yogyakarta yang mengikuti tradisi ini.

Tradisi Topo Lampah Bisu Peringatan Tahun Baru Islam

Tradisi Topo Lampah Bisu ini sudah dilaksanakan sejak dari turun temurun. Selain itu, tradisi ini sudah ada sejak Sultan Hamengku Buwono II untuk peringatan menyambut malam satu suro. Ritual ini dilakukan dengan tujuan untuk bahan introspeksi di dalam rangka pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bisa selalu mendapatkan perlindungan dan juga keselamatan dalam hidup.

Acara yang disebut juga dengan Topo Bisu ini dilakukan dengan mubeng Beteng yang diawalak dengan lantunan tembang-tembang mocopat yang dilantunkan oleh para abdi dalem Keraton Yogyakarta. Pada setiap liriknya kidung ini berisi doa-doa dan juga penggarapan yang dilaksanakan di Keben Keraton Yogyakarta.

Menurut Kanjeng Raden Tumenggung Gondo Hadiningrat selaku panitia dari acara ini menyatakan acara ini digelar dengan dimaknai sebagai bentuk atas perenungan diri yang berupa tirakat atau laku. Selain itu, selama prosesi ini banyak doa yang di panjatkan untuk kota Yogyakarta dan Indonesia agar lebih baik ke depannya.

Sebagai bentuk atas perenungan ini, selama ini masyarakat dilarang buat berbicara, minum dan juga merokok. Perjalanan ini berlangsung dalam suasana keheningan total sebagai tanda keprihatinan dan evaluasi terhadap segala macam perilaku dan juga perbuatan selama satu tahun terakhir.

Rute perjalanan cukup jauh yang diawali dari depan keraton Yogyakarta ke arah sekitar area Keraton yang sangatlah luas. Ya, bisa mencapai 1 jam an lah.  Acaranya dimulai pada jam 00.00 WIB.

Tidak hanya warga lokal saja yang mengikuti tradisi ini. Tetapi ada juga wisatawan yang mengikuti jalannya prosesi Topo Lampah Bisu ini. Kalau Anda ingin mencoba, bisa datang saja ke Yogyakarta pas malam 1 Suro . Tapi jangan lupa makan dan minum dulu ya sebelum mengikutinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here