Warga Merapi yang saat ini sedang mengungsi mengaku kesulitan dalam mengurus ternak, sehingga ternak tak terurus. Dengan hal tersebut, mulai bermunculan bantik atau makelar ternak yang ingin membeli sapi dengan harga di bawah rata – rata. Namun masyarakat dihimbau untuk tidak terbujuk rayuan blantik tersebut.

“Memang sudah ada kemunculan para blantik atau makelar ternak yang mulai banyak menawar ternak milik warga namun dengan harga yang ada di bawah pasaran. Kami mengimbau agar warga tidak mudah terbujuk untuk menjual ternaknya tersebut kepada blantik,” ujar Suparmono.

Ternak Tak Terurus Karena Warga Kesulitan

Menurut Suparmono terdapat peternak sapi yang ada di Dusun Kalitengah Lor yang mengaku mulai kesulitan dalam mengurus ternak mereka ketika harus mengungsi.

Untuk sekarang ini masih banyak ternak warga yang ada di kawasan rawan erupsi Merapi di daerah Kalitengah Lor yang belum diungsikan. Jadi warga yang ada di tempat pengungsian harus bolak balik untuk mengurus ternak.

“Ternak – ternak tersebut butuh perawatan rutin, mulai memberi makan dan juga membersihkan kandang serta ternak itu sendiri,” ungkapnya.

Suparmono sangat mengkhawatirkan jika blantik akan memanfaatkan situasi tersebut untuk dapat membeli ternak warga namun dengan harga yang murah.

“Hal tersebut dimanfaatkan para blantik, dimana peternak yang kesulitan dalam mengurus ternak kemudian dibujuk untuk menjual ternaknya dengan harga yang murah,” terang Suparmono.

Untuk saat ini masih ada banyak ternak pengungsi yang belum diungsikan ke tempat yang jauh lebih aman setelah adanya kenaikan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga semenjak 5 November 2020.

Panewu Cangkringan Mengharap Pertolongan Untuk Warga

Panewu Cangkringan tersebut sangat berharap kepada pihak pemerintah daerah untuk membantu warga dalam memberikan solusi agar hal tersebut tidak akan terjadi.

“Misalnya pemerintah membeli ternak para warga sesuai dengan harga pasaran. Dengan hal tersebut, kami yakin jika hal tersebut dapat membantu para peternak agar tidak terjebak oleh para blantik atau mungkin ada solusi yang lain, dimana agar nantinya tidak merugikan para peternak,” ungkapnya.

Selama para warga masih mengungsi memang membuat ternak tak terurus, sehingga dibutuhkan solusi untuk mengatasi hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here