Pandemi Corona membuat kegiatan sekolah siswa dialihkan dari rumah menggunakan device.

Adanya suasana Pandemi seperti sekarang ini menjadikan semua sistem berubah. Dengan harus mengikuti standarisasi kesehatan menyebabkan sistem pendidikan pun ikut berubah. Banyak yang akhirnya belajar secara online di rumah. Apakah ini bagus tau akan menimbulkan permasalahan baru?

Belajar Beralih ke Daring

Pandemi Corona membuat kegiatan sekolah siswa dialihkan dari rumah menggunakan sistem daring. Tugas-tugas belajar dikirimkan melalui media sosial. Tatap muka juga dialihkan melalui aplikasi video conference. Dan Jogja pun sama mengikuti sistem ini. Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi menyebutkan dari hasil survei yang dilakukan Dinas
Pendidikan (Disdik) Kota Jogja, sebanyak 46 persen responden mengehandaki pembelajaran tatap muka sementara 54 persen tidak menghendaki pembelajaran tatap muka.

Sementara yang tidak menghendaki tatap muka, itu karena memang masih khawatir sebarannya [kasus Covid-19] yang masih meluas kemana-mana,” jelas Heroe. Pihak pemerintah kota Yogyakarta memberikan fasilitas kepada masyarakat Jogja dalam mengakses internet, berupa penyediaan wifi. Fasilitas ini tersebar hampir disekitar 211 area yang ada di Jogja. Hal ini ditujukan agar bisa membantu siswa dalam proses belajar secara online.

Ke depan sekolah akan melakukan pemetaan siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan jumlah yang banyak dapat dilakukan pembelajaran dengan sistem guru berkunjung di balai RW atau tempat lain yang memungkinkan diberlakukan pembelajaran sesuai protokol kesehatan serta dekat dengan rumah siswa, kemudian jika di dalam sekolah hanya ada 1 atau 2 siswa yang mengalami kesulitan belajar secara daring sekolah akan menggunakan metode guru berkunjung ke rumah siswa tersebut secara terjadwal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Peran Guru Harus Lebih Aktif

Sistem belajar di rumah ini banyak menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya adalah masalah literasi teknologi oleh siswa maupun guru. Kemampuan siswa untuk menggunakan teknologi sekaligus memahami materi pendidikan. Begitu pun literasi teknologi oleh guru juga turut menentukan keberhasilan proses pendidikan daring (dalam jaringan) tersebut

Guru dituntut untuk melek teknologi agar dapat menggunakan media sosial dan internet untuk menyampaikan dan menangkap umpan balik materi pendidikan siswa. Tak hanya itu, guru juga dituntut untuk siaga jika ada siswa yang kesulitan memahami materi. Belajar jarak jauh yang merupakan sistem baru juga menjadi pekerjaan bagi guru untuk memahami dan menggunakannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here