Tak lama lagi sentra umkm DIY akan dikembangkan di Hotel Mutiara yang ada di kawasan Malioboro. Dimana Hotel Mutiara tersebut sudah dibeli oleh Pemda DIY, sehingga nantinya di tahun 2021 akan dilakukan perencanaan uji konstruksi oleh Pemerintah DIY.

Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY, menyampaikan jika sudah waktunya umkm di DIY harus dikembangkan dan naik kelas.

Sebagai upaya untuk merealisasikannya, pemerintah DIY sudah membeli hotel yang ada di Jalan Malioboro No.18, Danurejan, dengan harga Rp 170 miliar. Dimana rinciannya adalah dua bangunan yaitu Hotel Mutiara di bagian sisi utara dan juga Hotel Mutiara di bagian sisi selatan.

“Kami coba di bagian utara tadi, nantinya akan direnovasi. Kami ingin dapat meningkatkan kelas umkm agar dapat memiliki ruangan di kawasan Malioboro untuk berjualan,” ungkap Sultan Hamengku Buwono X setelah meninjau Hotel Mutiara tersebut.

Sentra Umkm DIY Diharapkan Dapat Meningkat

Sultan menyebutkan jika produk umkm yang ada di Jogja memiliki kualitas yang cukup bagus, hal tersebut bahkan sudah dilakukan standarisasi mutu. Jadi dapat memungkinkan jika pelaku umkm yang ada di kawasan Bandara YIA bisa juga memanfaatkan ruangan yang ada di Hotel Mutiara untuk berjualan.

“Kami sangat ingin jika mereka yang berjualan di bandara juga berkenan untuk berjualan di kawasan Malioboro ini, biarpun mungkin menyewa,” ujar Sultan.

Pemerintah Akan Lakukan Kajian Lebih Mendetail

Pemerintah DIY baru akan mencoba untuk melakukan kajian tentang Detail Engineering Desaign atau DED untuk dapat menata ulang ruangan yang merupakan bekas kamar hotel tersebut, agar dapat dijadikan sebagai ruang display untuk para pelaku umkm.

Bagian koridor bangunan nantinya akan sedikit diubah dengan cara memperluas beberapa ruangan. Selain itu juga ada kemungkinan nantinya akan dipasang eskalator sebagai sarana penunjang.

“Karena bentuk dari bangunan ini ruangan – ruangan, tentu saja akan kami renovasi peru ruang sesuai dengan luas kamar hotel. Selain itu juga mungkin akan ada struktur yang dapat dipasang eskalator misanya,” tegas Sultan.

Dengan rencana tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap bisa membantu untuk meningkatkan potensi pertumbuhan umkm yang ada di Yogyakarta. Namun Sultan belum dapat memastikan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut karena proses kajian sentra umkm DIY tersebut baru akan dimulai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here