TERABAS RODA GILA DI LERENG MERAPI

SUASANA TRACK KEMIRIKEBO

Lalu Lalang mobil loader (pengangkut) sepeda balap terlihat sibuk membelah desa Kemirikebo, Girikerto, Kabupaten Sleman. 1 mobil bak bermuatan 5 hingga 7 sepeda diiringi minibus bermuatan pembalap-pembalap dibelakangnya. Pemandangan seperti ini tak asing lagi bagi warga kemirikebo, track sepanjang 2,5km ini memang tampak magis bagi para pembalap. 

Adrenalin track yang disuguhkan cukup menantang dengan atmosfer local disekitaran track, hal inilah yang menjadi pusat perhatian dikalangan para pembalap. Track dengan spesifikasi seperti ini merupakan satu-satunya yang ada di Kabupaten Sleman dan provinsi DIY. Asset pariwisata baru yang cukup menarik,lahir ditangan warga local sendiri.

SONGGO SESARENGAN (dipikul Bersama)

Track “kemirikebo” murni di inisiasi oleh warga, pembangunanya pun tidak instan, proses Panjang berkelumit didalamnya. Sumber dana awal berdirinya track ini adalah dari donator-donatur pemilik peternakan dan pengolahan susu kambing (kemirikebo merupakan centra peternak dan pengolahan susu kambing). Lahan yang terpakai guna kebutuhan track diganti rugi oleh panitia,konsepnya semua tidak ada yang dirugikan meskipun dalam lingkup 1 desa.

Pembangunan dan desain track didampingi langsung oleh pembalap senior yang memang akrab dengan warga desa. Semua tanpa pamrih, tanpa orientasi yang berlebihan. Bekerja suka cita membangun visi Bersama.

Alhasil “tak ada proses yang mengkhianati hasil”, perjuangan warga pun berbuah manis, lahirlah track professional dengan sentuhan-sentuhan local yang sangat kental. Jembatan bamboo, sliding tikungan bamboo, dan suasana perkebunan salah dikanan dan kiri track menjadi suguhan bagi pembalap.

Telinga-ke telinga, track ini mulai didengar ke seluruh penjuru daerah. Mulai dari kelas amatir hingga pembalap professional berdatangan setiap harinya. 1 pembalap bisa mengulang hingga 8 kali setiap kali mencoba track.

MATI SURI “Serangan Pandemi”.

Ramainya peminat balapan di track kemirikebo terkorelasi dengan naiknya juga tingkat ekonomi local masyarakat didalamnya. Jasa loader, tiket masuk, serta ukm yang mulai tumbuh di garis finish. Perputarannya cukup baik,dan panitia juga perlahan mampu mengembalikan pinjaman modal awal dari donatur.

Tepat bulan februari di gagaslah 1 event berskala regional dan cukup menarik antusias para pembalap, 200 pembalap sudah registrasi pada event yang rencana akan digelar pada bulan April. Kelas amatir hingga professional semua dapat mencoba adrenalin di track kemirikebo.

Hingga sampai satu waktu dimana di Indonesia mulai diberlakukan program pembatasan social dan wilayah karena dampak covid-19 maka dengan berat hati pun desa kemirikebo harus menutup dirinya bagi orang luar, termasuk juga event akbar yang digadang-gadang akan dilaksanakan pun harus tutup buku untuk beberapa waktu kedepan. Pupus harapan panitia dan warga untuk menggelar event bergengsi yang baru akan diselenggarakan pertama kalinya terbesar di Sleman dan DIY.

Hingga artikel ini ditulis belum ada kabar lanjutan tentang kapan ijin keramaian dan event dapat digelar di sekitar Sleman. Menjadi pertanyaan besar bagi seluruh pembalap untuk mengobati kerinduannya berkompetisi. Saat ini pembalap hanya melakukan Latihan rutin, track kemirikebo mulai di stimulus untuk menerima kunjungan dengan pembatasan peserta sejak pemerintah merilis program normal baru. 

Jika memang PSSI telah mengijinkan liga untuk berlanjut, maka panitia disini juga berharap ada kejelasan dari federasi untuk membantu perijinan hingga event yang tertunda dapat terlaksana. Juga kepada Pemerintah Daerah setempat, panitia dan warga desa juga membutuhkan sarana promosi sebagai aset pariwisata baru. karena selama ini belum dirasakan ada sentuhan bantuan dari Pemerintah Daerah setempat untuk mengenalkan program wisata ini. /doit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here