Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini sedang mempersiapkan kebijakan sekolah tatap muka secara terbatas. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk atau upaya dapat mengembalikan interaksi sosial dari anak didik yang hilang karena pembelajaran secara daring di tengah pandemi covid-19 ini.

Budi Santosa Asrori selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengatakan jika kurangnya interaksi sosial pada anak didik selama pandemi dapat mempengaruhi banyak hal. Terlebih lagi kondisi psikologis anak karena selalu eraktivitas di dalam rumah dan kurangnya interaksi dengan teman ataupun gurunya.

“Bagaimana anak – anak bisa bersosialisasi dengan masyarakat, guru dan lingkungan sekolah, ini yang hilang selama pandemi covid-19 yang sudah hampir satu tahun. Kamu sudah memikirkan sampai di situ. Bagaimana kita berupaya untuk interaksi sosial anak kembali pulih secara bertahap, kita sedang menginisiasi,” ungkap Budi.

Rencana Sekolah Tatap Muka Dimulai

Pihaknya memiliki rencana untuk memulai sekolah secara tatap muka dengan waktu yang begitu terbatas, yaitu satu kali dalam satu pekan. Waktu yang dihabiskan untuk bisa tatap muka tersebut hanya dilakukan selama sekitar 1,5 jam.

Meskipun demikian, tidak semua kegiatan pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka. Tetapi, tatap muka tersebut hanya untuk pembelajaran yang sulit untuk dilakukan dengan cara daring.

“Memang target kami agar interaksi sosial dapat kembali pulih. Masalah teknis materi pembelajaran tersebut ada yang dapat dilakukan secara jauh, ada yang dapat dilakukan secara online. Yang tidak dapat dilakukan secara online misalnya anak kelas satu sekolah dasar,” ungkapnya.

Penerapan belajar secara tatap muka tersebut nantinya akan dilakukan bertahap. Tetapi, belum dapat dipastikan kapan akan diterapkan, mengingat sampai saat ini masih terus ada kasus baru yang terkonfirmasi positif bertambah, termasuk di Yogyakarta.

Kurikulum yang Diterapkan

Untuk dapat menunjang sekolah secara tatap muka tersebut, disusun kurikulum yang adaptif, dimana sesuai dengan kondisi covid-19. Kurikulum tersebut disusun bersama kepala sekolah di Yogyakarta.

Budi juga menuturkan jika kurikulum adaptif tersebut sudah disosialisasikan ke beberapa sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Selain itu pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya, kapan sekolah tatap muka tersebut dapat dilakukan secara terbatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here