Sebagian orang yang akan menikah memilih untuk menggunakan rias paes ageng Yogyakarta. Apa itu? Sebelum menggunakan riasan tersebut untuk menikah, ada baiknya jika Anda tahu dulu tentang riasan tersebut, terutama untuk calon pengantin wanita.

Hal tersebut karena nantinya pengantin wanita yang akan dipaes. Karena biasanya H-1 akan dipaes, pengantin wanita harus puasa terlebih dulu.

Paes sendiri merupakan sebuah riasan adat tradisional Yogyakarta yang dapat diapikasikan kepada pengantin. Dimana untuk tujuannya adalah membersihkan jiwa serta menguatkan batin agar nantinya bisa melakukan tugasnya secara baik serta terhindar dari petaka.

Hal tersebut dipercaya bisa membuat pengantin akan terlihat cantik serta bercahaya atau orang – orang Jawa menyebutnya dengan “manglingi”.

Dulunya riasan ini hanya boleh digunakan oleh kerabat raja, namun di masa Sultan HB IX, masyarakat umum bisa menggunakan riasan tersebut untuk upacara pernikahan. Sehingga semenjak itu riasan paes ageng mulai digunakan banyak orang.

Makna Dalam Rias Paes Ageng Yogyakarta

Dalam riasan ini ternyata menyimpan suatu makna mendalam, sehingga Anda juga harus tahu, apa saja? Inilah beberapa di antaranya:

1. Cunduk Mentul

Merupakan atribut yang terletak di kepala dan menjulang tinggi, dimana biasanya ada 5 sampai 7 bulatan. Cunduk mentul yang berjumlah 1 buah dijadikan simbol keesaan Tuhan, kemudian jumlah tiga simbol trimurti, jika berjumlah lima simbol rukun Islam, lalu tujuh simbol pertologan dan jumlah sembilan simbol walisongo.

2. Gunungan

Merupakan aksesoris yang ada pada kepala serta berbentuk seperti gunung. Artinya sendiri adalah gunung dipercaya masyarakat dulu sebagai sebuah tempat yang sakra serta tempat untuk bernaung para dewa. Peletakannya di kepala perempuan mengartikan jika perempuan harus dijaga dan dihormati suaminya.

3. Centhung

Bentuknya seperti gerbang yang terdiri dari dua buah terpasang pada sisi kiri dan kanan. Hal tersebut merupakan sebuah simbol mengenai gerbang kehidupan. Dalam artian seorang perempuan harus siap memasuki gerbang baru di dalam kehidupannya. Dimana perempuan harus siap masuk ke dalam kehidupan rumah tangga serta menjalankan peran sebagai istri.

4. Paes Prada

Riasan pada kening pengantin wanita dan berwarna hitam dengan bentuk garis lengkung dengan ukuran berbeda. Lengkungan besar merupakan simbol dari kebesaran Tuhan dan yang kecil mengapit adalah simbol jika istri harus siap menjadi penyeimbang di rumah tangga.

Selain itu ada beberapa lagi seperti citak, alis menjangan, sumping, kalung sungsun, kelat bahu dan gelang paes ageng. Dimana semuanya memiliki makna tersendiri. Jadi rias paes ageng Yogyakarta memang kental akan makna di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here