OJK atau Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan sebagian debitur yang memperoleh restrukturisasi berasal dari para pelaku UMKM. Sangat diharapkan dari adanya program restrukturisasi UMKM tersebut, para pelaku UMKM dapat bertahan serta mengembangkan usahanya di tengah masa pandemi seperti saat ini.

Parjiman selaku Kepala OJK DIY menyatakan jika restrukturisasi yang dilakukan di daerah DIY tersebut sudah mencapai sekitar Rp 15,2 triliiun. Yang mana seesar 93 persen ataupun sekitar Rp 14 triliun tersebut merupakan debitur yang berasal dari kategori UMKM.

“Restrukturisasi tersebut sampai saat ini masih berjalan, dan nantinya akan diperpanjang lagi satu tahun,” ungkapnya.

Harapan dari Program Restrukturisasi UMKM

Dirinya berharap, jika nantinya aka nada peningkatan permintaan dari UMKM itu sendiri untuk memperoleh fasilitas kredit ini. Pihaknya secara insentif melakukan suatu pembinaan kepada para pelaku UMKM agar bisa kembali bangkit dan mengembangkan usahanya.

Sementara itu, selama bulan inklusi keuangan tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak perbankan untuk dapat membuat fasilitas kredit untuk memberantas rentenir. Program tersebut sangat diharapkan dapat membangkitkan sektor UMKM yang ada di daerah DIY.

“Kita dapat melihat beberapa UMKM mulai bangkit di dalam pemulihan ekonomi nasional, hal tersebut didorong teman – teman yang ada di industry perbankan yang mana memberikan semacam kemudahan serta tingkat suku bunga yang rendah,” ujarnya.

Sementara itu, Santoso Rohmad yang merupakan Direktur Utama Bank BPD DIY menilai jika kredit yang direstrukturisasi sudah terdapat geliat akan kebangkitannya.

“Sebagian besar UMKM mampu untuk melakukan pembayaran dan juga bangkit lagi. Selain itu dengan penundaan sampai tahun depan akan survive kembali,” terangnya.

Komitmen BPD DIY bersama Pemerintah

Santoso juga mengungkapkanjika BPD DIY bersama pemerintah berkomitmen untuk dapat meningkatkan ekonomi di masa pandemi seperti saat ini. Salah satu program andalannya adalah Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah.

Untuk pembiayaan nantinya akan diberikan tanpa jaminan dengan plafon maksimal Rp 2,5 juta. Untuk margin yang dikenakan adalah 3 persen pertahun dan jangka waktu maksimal 12 bulan.

Kredit Pede merupakan sebuah apresiasi dari BPD DIY di dalam mempersiapkan talangan usaha untuk dapat menyambut kebangkitan ekonomi. Dirinya mengungkapkan jika pertumbuhan jumlah debitur yang memanfaatkan restrukturisasi UMKM ini cukup bagus, dimana sudah lebih dari 3000 debitur dari target yang sebesar 5000 debitur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here