Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sudah memastikan jika tidak ada masalah dengan ketersediaan pupuk bersubsidi. Namun para petani masih ada yang merasakan kesulitan untuk memperoleh pupuk tersebut.

Salah satu petani yang merasakan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi adalah petani yang ada di Kapanewon Patuk, Martano. Menurutnya kartu tani memang memberikan efektivitas dalam penyaluran pupul. Namun di dalam pelaksanaannya masih belum lancar sepenuhnya.

Dirinya mencontohkan masih ada petani yang akan mengambil pupuk dari piha penyalur, tetapi untuk stoknya masih kosong. Bahkan ada pula petani yang tidak dapat mengambil jatah pupuk karena tidak ada kecocokan data.

“Harapannya beberapa masalah terseut dapat segera diperbaiki, sehingga untuk penyaluran pupuk nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Kendala Penyaluran Pupuk Bersubsidi Merugikan Petani

Martano juga menuturkan jika adanya kendala di dalam penyaluran pupuk tersebut dapat merugikan para petani karena telah memasuki musim tanam.

“Harus segera diatasi agar nantinya tidak mengganggu di dalam pemeliharaan tanaman,” ujarnya.

Permasalah dari penyaluran pupuk subsidi sendiri juga terjadi di Kapanewon Tepus. Salah satunya dijelaskan oleh Heri Purwanto yang merupakan salah seorang penyalur pupuk di daerah Tepus. Dirinya menuturkan jika untuk pemegang kartu tani relatif tidak terdapat masalah karena sudah dapat mengakses jatah pupuk yang sudah diberikan.

Tetapi untuk petani yang belum memegang kartu tani terseut menjadi masalah karena belum dapat mengambil jatah pupuk subsidinya.

“Masih ada petani yang belum bisa mendapatkan kartu tani. Hal tersebut menjadi masalah karena mereka nantinya tidak dapat menebus jatah pupuk subsidinya,” ungkap Heri.

Dirinya juga menjelaskan jika petani yang belum memegang kartu tani termasuk ke dalam elektronik-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. Jadi berhak untuk memperoleh pupuk subsidi. Dengan adanya permasalahan tersebut, kuota pupuk yang diberikan belum dapat terserap secara maksimal karena dari jatahnya sebesar 105 ton, baru tersalurkan 90 ton.

Heri mengungkapkan jika terkait dengan permasalah tersebut sudah ada solusinya dari Dinas Pertanian dan Pangan untuk dapat mengurus rekomendasi.

“Sedang diurus agar nantinya para petani yang belum memiliki kartu tani dapat memperoleh rekomendasi sehingga untuk jatah pupuk bersubsidi yang dimiiki dapat diambil,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here