Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta selalu berupaya agar semua petani dapat memperoleh Program Kartu Tani dan juga memanfaatkannya. Hal ini tentu saja untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Setidaknya ada 10 persen dari petani yang ada di DIY masih belum memperoleh Kartu Tani tersebut. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti, menjelaskan jika pihaknya masih terus mendistribusikan Kartu Tani.

Dari pantauannya, memang hanya tersisa Kabupaten Sleman yang mana belum semua petani memperoleh Kartu Tani. Sedangkan EDC atau Electronic Data Capture pada kios pengecer pupuk bersubsidi sudah terdistribusi sepenuhnya.

Pemerintah Melonggarkan Aturan Program Kartu Tani

Karena belum semua petani memperoleh Kartu Tani, pemerintah melonggarkan aturan di dalam penyerapan pupuk bersubsidi.

“Jika petani belum dapat mengakses, misanya Kartu Tani bermasalah ataupun hilang atau belum menerima, mereka masih dapat memperoleh pupuk bersubsidi tanpa menggunakan Kartu Tani sampai dengan Desember 2020. Namun harapan kami di Januari 2021 sudah siap semuanya,” ujarnya.

Dirinya mengatakan jika sejauh ini terdapat 313 ribu petani yang telah memperoleh Kartu Tani tersebut dan kurang dari 10 persen petani yang belum memperolehnya.

Hal tersebut karena persyaratan untuk memperoleh kartu tersebut adalah petani harus tergabung id dalam kelompok tani serta harus terdaftar.

“Kami masih mendorong agar semua petani memperoleh pupuk bersubsidi,” ungkapnya.

Klarifikasi Kekosongan Pupuk

Dirinya juga meluruskan jika informasi mengenai kekosongan pupuk bersubsidi tidaklah benar. Sedangkan untuk realisasi penyerapan pupuk bersubsidi baru mencapai 70 persen. Hal tersebut berarti masih terdapat stok pupuk bersubsidi yang dapat dimanfaatkan oleh para petani.

Agar pemanfaatan dari Kartu Tani tersebut dapat lebih maksimal, pemerintah membentuk satgas yang tugasnya mendampingi, memberikan penyuluhan serta pelatihan pemanfaatan dari Kartu Tani.

Jika para petani masih kebingungan, mereka cukup membawa Kartu Tani saat akan memproses pupuk bersubsidi, nantinya kios dari pengecer akan membantu untuk prosesnya.

“Untuk pemanfaatan dari pupuk bersubsidi sendiri, dosisnya mengacu pada rekomendasi dari BPTP, tidak dari dinas pertanian. Hal ini untuk mengajari petani dalam memanfaatkan pupuk dapat seefektif dan seefisien mungkin. Sebab kebiasaan dari petani sekarang jika tidak melihat tanamannya hijau tidak puas, padahal hal tersebut tidak berpengaruh pada produksi,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau agar para petani bisa menggunakan pupuk bersubsidi tersebut secara bijak dan juga sesuai kebutuhan. Jika dipaksakan dosisnya, petani harus membeli pupuk nonsubsidi. Jadi pastikan untuk mendukung program Kartu Tani dengan baik agar pupuk bersubsidi dapat dimaksimalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here