Pompa ramah lingkungan dibagikan oleh Ditjen Migas untuk para petani yang ada di Bantul sejumlah 500 buah. Pompa air konversi dengan bahan bakar gas tersebut dinilai leih ramah lingkungan.

Selain itu menurut Mariani selaku Kepala Seksi Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas, selain lebih hemat ongos, produksi dari penggunaan bahan bakar gas untuk pompa lebih ramah lingkungan.

Bahkan konversi mesin pompa tersebut bukan suatu hal yang baru, karena sudah pernah diuji dari tahun 2019 lalu.

“Sebenarnya pilot projectnya sendiri sudah dilakukan sejak 2019, namun saat itu hanya terdapat 1.000 paket saja. Dengan melihat hasil yang baik, pada tahun ini akan diadakan lagi dengan total yang mencapai 10.000 paket. Dimana nantinya akan dibagikan ke nelayan serta petani pada 24 kabupaten atau kota seIndonesia,” ungkap Mariani.

Testimoni Pompa Ramah Lingkungan dari Petani

Mariani juga menyampaikan jika menurut testimony dari para petani yang sudah mencoba mesin tersebut, penggunaan dari mesin pompa dapat memangkas ongkos produksi. Hal tersebut tentu saja sangat diapresiasi oleh para petani karena dapat lebih menghemat biaya dengan menggunakan mesin pompa yang berbahan bakar gas tersebut.

“Dapat lebih hemat mencapai sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Mariani juga memaparkan jika dari satu tabung gas 3 kilogram atau gas melon tersebut, bisa digunakan untuk menghidupkan mesin pompa air sekitar 7 sampai 8 jam. Hasil tersebut tentu saja lebih hemat diandingkan dengan operasional menggunakan bahan bakar minyak.

“Biasanya jika menggunakan BBM, dalan waktu yang sama, yaitu sekitar 7 sampai 8 jam membutuhkan BBM 7 sampai 8 litar dengan pengoperasian menggunakan bahan bakar minyak.

“Kalau menggunakan BBM, dengan waktu sekitar 7 sampai 8 jam membutuhkan BBM 7 sampai 8 liter, jadi gas memang bisa dibilang lebih hemat,” ungkapnya.

Menjadi Program Diversifikasi

Menurut Mariani, konversi dari penggunaan bahan bakar gas ini bisa dibilang sebagai suatu program yang terkait dengan diversifikasi ataupun penganekaragaman energy. Jadi diharapkan dengan adanya diversifikasi serta adanya alat baru tersebut, petani dapat memaksimalkan potensi.

“Dengan konversi ini, diharapkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani menjadi semakin rendah dan dapat diminimalisir. Saya berharap jika bantuan pompa ramah lingkungan ini didistribusikan secara tepat dan tidak salah sasaran,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here