Tidak genap 3 bulan lagi Indonesia kembali menggelar pesta demokrasi Pilkada Serentak pemilihan kepala daerah. Pilkada Serentak 2020 terpaksa mundur dari jadwal sebelumnya (April) karena Pandemi. Kabupaten Sleman Provinsi DIY turut merayakan pesta demokrasi ini. Pilkada Sleman 2020 kali ini telah memunculkan beberapa nama bapaslon, antara lain: Kustini – danang, Muslimatun – amin, dan Danang Wicaksana – agus choliq.

Kabupaten Sleman memiliki luasan 574,82km persegi dan dengan PAD tertinggi di Provinsi DIY, wilayah yang cukup strategis dimana di Kabupaten Sleman berdiri Perguruan-Perguruan Tinggi kenamaan seperti UGM,UNY,UPN Veteran,dan banyak lagi. Tak khayal Kabupaten ini cukup menjadi daya Tarik bagi politisi untuk mengambil peran dalam pencalonan sebagai Kepala Daerah.

Yang menarik dari peta persaingan politik Pilkada Serentak Tahun 2020 ini adalah terdapat 2 calon Bupati Perempuan, dimana keduanya sangat akrab terdengar ditelinga masyarakat karena sampai saat ini masih mengampu jabatan aktif di Pemerintahan. Dan dengan klaim yang sama bahwa keduanya adalah IBUNE WONG SLEMAN

POLITIK DALAM BALUTAN FEMINISME 

Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo

Lahir di Jepara,Jawa Tengah 12 Oktober 1960 (60 Tahun). Kustini merupakan istri dari Bupati aktif periode 2015-20120 Sri Purnomo. Kustini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berpasangan dengan Danang Mahersa, selaku kader PDIP. 

konsentrasi kegiatan kustini adalah pada permasalahan-permasalahan perempuan. Baik pada bidang social,olahraga,Kesehatan hingga kesejahteraan petani.

jabatan aktif hingga saat ini,diantaranya : Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA), Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Sleman, Pembina Dharma Wanita Kabupaten Sleman.

Kustini memiliki waktu yang cukup lama untuk mengenal seluk beluk Sleman diambil dari Pengalamannya mendampingi Sri Purnomo selama 2 periode.

Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes

Lahir di Klaten,Jawa Tengah 18 Mei 1953 (67 Tahun). Sri Muslimatun adalah Wakil Bupati Kabupaten Sleman periode 2015-2020 mendampingi sri Purnomo.

Sri Muslimatun dikenal sebagai Tenaga Medis dan Pengusaha Jasa Kesehatan serta aktif sebagai Narasumber di bidang Kesehatan.

Selain memegang jabatan sebagai Wakil Bupati Sleman, Sri muslimatun juga masih aktif dengan beberapa organisasi yang ada di Kabupaten Sleman dan Provinsi DIY.Sebagai tenaga medis tidak dipungkiri keperduliannya pada kaum perempuan dan anak-anak juga sangat tinggi.

2 sosok dengan latar belakang dan konsentrasi yang sama kepada perempuan membuatnya sama-sama dijuluki sebagai IBUNE WONG SLEMAN. Ibu bagi masing-masing bidang yang aktif dinaungi dan dibina oleh keduanya.

kedua bapaslon perempuan ini berlomba dalam kontestasi politik untuk mendapatkan kursi kepemimpinan dan memegang predikat penuh sebagai IBUNE WONG SLEMAN. Tentu menjadi peta persaingan visi yang cukup menarik, dikarenakan keduanya masih aktif dalam organisasi atau jabatan, keduanya juga masih berperan dalam program organisasi pemerintahan daerah. Dan itu memberikan sedikit lampu hijau bagi setiap kunjungan-kunjungan politik penyampaian visi ke masyarakat. dan perempuan pada khususnya.

PUTRA DAERAH IKUT BERKOMPETISI

Hadirnya 1 calon bupati laki-laki dalam kontestasi Pilkada Sleman saat ini akan menjadi hal yang cukup menarik dan dinamis. Politisi muda dari Partai Gerindra ini ditantang untuk mampu menghadapi derasnya isu feminisme yang ditawarkan 2 paslon lainnya.

Danang Wicaksana Sulistya. 

Putra asli kelahiran DIY, 4 januari 1979. Usia yang masih sangat produktif dan Danang dikenal sebagai sosok yang visioner dan berkomitmen. 

Lahir dan tumbuh besar di Sleman menjadi alasan kuat bagi Danang untuk maju dalam Pilkada ini. Danang melihat masih banyak potensi dari Sleman yang belum termaksimalisasi dengan cukup baik. Sebagai putra daerah Danang merasa terpanggil dan tergerak untuk mengambil peran didalam proses pembangunan dan pengembangan daerah kelahirannya.

Program ketahanan pangan, pengembangan kelompok pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah, religi, serta sector pariwisata menjadi fokus Danang dalam program politiknya.

kunjungan politiknya ke masyarakat sebagai sosok masyarakat sipil tanpa latar belakang jabatan menjadi Tantangan tersendiri bagi Danang.

Visi yang kuat tentu sangat dibutuhkan untuk membangun personal branding dan trust (kepercayaan publik) ditengah masyarakat Sleman. Duduk sama rata berdiskusi dari akar ke akar rumput, untuk berorientasi terhadap pembangunan semua sector didepan. Danang memahami betapa pentingnya memenangkan kontestasi Pilkada Sleman tabun ini, Dia menganggap bahwa dalam menghadapi pandemi dan masa transisi, kebijakan Pemerintahan harus benar-benar mampu menyentuh segala aspek. Bukan hanya menguntungkan untuk beberapa pikhaak namun malah menekan pihak yang kurang diperhatikan.

Masyarakat berharap akan hasil terbaik, sosok yang memiliki visi untuk maju, membangun, kearah lebih modern dan inovatif. Masyarakat tentu menunggu visi-visi baru, warna-warna baru yang akan dihadirkan untuk 5 tahun kedepan, dan berharap peta persaingan politik pada Pilkada Sleman 2020 ini berjalan aman dan lancar seperti yang diharapkan oleh semua pihak. Dan siapapun yang memimpin kelak, Masyarakat menaruh harapan penuh untuk Sleman yang lebih maju dan mampu bersaing secara Global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here