Bupati dan Wakil Bupati Bantul petahana berkompetisi dalam Pilkada Bantul 2020

Gelaran Pilkada Bantul memberi warna tersendiri dalam atmosfer persaingan 2 bakal pasangan calon Bupati. Menarik karena kursi kompetisi ini diperebutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bantul aktif yang akhirnya harus pecah kongsi demi kursi kepemimpinan daerah Kabupaten Bantul.

pilkada serentak kabupaten bantul

Calon Bupati Bantul Petahana Suharsono kali menggandeng Totok Sudarto sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini telah mendeklarasikan diri pada Minggu (16/8/20) lalu, diusung oleh 6 partai yaitu Gerindra, Nasdem, Golkar, PKS, PBB,& PPP.

Politisi Gerindra ini memiliki focus pada nilai-nilai keberagaman,menurutnya visi harus lebih diutamakan untuk membangun Bantul yang lebih maju dan dinamis.

Kemudian Abdul Halim Muslih berpasangan dengan Joko Purnomo yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan. “Saya diamanati oleh para pimpinan utamanya PKB dan PDI Perjuangan maju sebagai calon Bupati didampingi Joko Purnomo sebagai calon wakil Bupati”,imbuh Halim Muslih di Bantul, Minggu (26/7/20).

Dalam kontestasi Pilkada serentak tahun ini bupati dan wakil Bupati Bantul petahana harus tarung sarung dalam kompetisi perebutan kursi Pemimpin daerah. Masyarakat dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan visi Suharsono atau menjajal visi-visi baru yang dihadirkan oleh Halim Muslih.

IKLIM PANAS POLITIK PADA PILKADA BANTUL

pilkada kabupaten bantul

Gelaran Pilkada Bantul masih akan digelar sekitar 3 bulan lagi, namun iklim persaingan politik di Kabupaten Bantul mulai terasa panas. Ditandai dengan munculnya issue kampanye hitam yang menerpa salah satu bapaslon, calon boneka, dan perang sindiran di social media.

Bupati Bantul Petahana harus mau tak mau harus menghadapi partner kerjanya dalam periode sebelumnya. Ini sebuah tantangan yang tak bisa beliau hindari dalam Pilkada Bantul 2020.

Noto AB atau Kembali etos kerja Projotamansari

Tersebut diatas adalah jargon yang diusung oleh masing-masing Bapaslon,terkait mulai memanasnya iklim politik di Bantul diharapkan peran serta KPU terkait untuk mampu menggandeng semua pihak untuk menjaga kondusifitas Pilkada Serentak 2020. Harapannya adalah semua masyarakat dapat dengan bijak bersosial media, dalam menanggapi isu yang beredar di media online maupun offline. Semua harus dipikul Bersama untuk satu tujuan menjadikan Kabupaten Bantul lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here