Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY meminta Pemerintah Kabupaten Sleman segera melakukan persiapan jalur evakuasi untuk masyarakat terkait peningkatan status dari Gunung Merapi pada level waspada ke siaga.

“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Sleman mempersiapkan diri untuk membuat jalur evakuasi untuk persiapan siaga,” ujar Sultan.

Sultan juga meminta para warga Sleman, terlebih yang ada di sisi timur, selatan dan juga barat Gunung Merapi memperhatikan peninkatan aktivitas dari gunung tersebut. Tetapi beliau juga meminta masyarakat untuk tidak panic di dalam menghadapi situasi tersebut.

“Saya yakin jika mereka suda memiliki banyak pengalaman untuk menghadapi masalah Merapi,” sambungnya.

Pengeluaran Surat Edaran Peningkatan Status dan Perintah Persiapan Jalur Evakuasi

Sultan juga sudah menyampaikan jika pihaknya akan mengeluarkan Surat Edaran pemberitahuan mengenai peningkatan status merapo yang telah berubah.

Sementara itu, Hanik Humaida selaku Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengatakan jika terjadi erupsi, nantinya potensi yang dapat ditimbulkan seperti guguran lava, kemudian lontaran material dan juga awan panas yang dapat meluncur maksimal 5 km.

“Maksimal 5 km dari puncak gunung terdapat kawasan rawan bencana III, namun bukan berarti semua KRB III tersebut masuk dalam potensi daerah bahaya,” ujar Hanik.

Hanik juga menyebutkan jika terdapat sekitar 30 dusun dari 12 wilayah yang ada di DIY dan Jawa Tengah yang bisa terdampak jika Merapi mengalami erupsi eksplosif.

Sehingga dirinya menghimau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaannya, terlebih di beberapa daerah yang masuk ke dalam kawasan tawan bencana.

Kebijakan Pengosongan KRB

Sementara mengenai kemungkinan adanya kebijakan pengosongan KRB di lereng Merapi tersebut, Hanik menegaskan jika hal tersebut menjadi ranah pemerintah daerah masing – masing untuk dapat memutuskannya.

“Kami akan mengembalikannya kepada prota Pemda,” ungkapnya.

Sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta sudah menaikkan status Gunung Merapi dari waspada menjadi siaga pada jam 12.00 hari ini. Peningkatan status terseut juga berdasarkan pemantauan dari aktivitas vulkanik dari Juni 2020 sampai saat ini.

Namun kata Hanik, ketika status Merapi masih waspada, pemda sudah melakukan banyak upaya. Misalnya saja persiapan jalur evakuasi, kemudian juga pendataan dan peningkatan kapasitas ataupun penguatan masyarakat. Selain itu pihak pemda nantinya juga akan melakukan koordinasi untuk kesiapan dalam menghadapi ancaman erupsi Merapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here