Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim jika program penyaluran Banpres UMKM produktif yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sudah tersalurkan secara tepat sasaran.

Rulli Nuryanto selaku Deputi Bidan Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan jika beberapa penerima Banpres di daerah Bantul dan Sleman yang langsung terhubung online dapat lebih survive.

Bahkan ada di antara pelaku UMKM yang mana pada awal pandemi omzetnya sempat turun, kemudian meningkat kembali secara perlahan.

“Dari monitoring serta evaluasi selama 2 hari, ada banyak pelaku UMKM yang ulet serta mereka mudah mengalihkan bisnisnya yang semua dari offline ke online dengan memanfaatkan sosial media dan menyesuaikan kondisi yang sudah ada. Mereka yang dapat survive menghadapi setiap kesulitan,” ungkapnya.

Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Banpres UMKM Produktif

Mengenai monitoring dan juga evaluasi yang dilakukan selama 2 hari di Kota Yogyakarta, kemudian Sleman, Bantul dan Gunungkidul, Kemenkop menyatakan jika hal tersebut perlu untuk terus dilakukan.

Tujuannya adalah agar pelaksanaan dan juga penyaluran Banpres dapat produkktif untuk UMKM secara tepat sasaran, kemudian cepat, akuntabel dan transparan.

Selain itu, hasil dari monitoring tersebut bisa digunakan untuk dapat melakukan penyempurnaan kebijakan ataupun perbaikan sistem pendataan.

Penyaluran Banpres Sangat Dinamis

Sementara itu, Srie Nurkyatsiwi selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan jika data untuk melakukan penyaluran Banpres Produktif untuk UMKM ini begitu dinamis. Terlebih terdapat 270.000 UMKM yang sudah terdata pada Sistem Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha.

“Pada intinya adalah kami akan melakukan support data secara valid untuk Banpres produktif yang ditujukan untuk usaha mikro. Bahkan sekarang ini kami memiliki data by name by address dari para plaku UMKM. Harapannya sendiri adalah kedepannya ada pembiayaan dari perbankan untuk program yang lainnya,” ungkapnya.

Selama masa pandemi covid-19 memang ada banyak jenis bantuan dari pemerintah untuk para masyarakat. Terutama untuk para pelaku UMKM yang mana sangat terdampak dengan adanya pandemi tersebut. Membuat penghasilan menurun drastis, bahkan banyak juga yang gulung tikar karena kehabisan modal serta pemasaran yang terkendala PSBB.

Dengan adanya program penyaluran Banpres UMKM Produktif tersebut, tentu saja sangat membantu para pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here