Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan respon mengenai munculnya kritik dari para masyarakat mengenai penerapan uji coba rekayasa lalu lintas di dalam penerapan jalur pedestrian Malioboro. Kajian tersebut akan dilakukan untuk dapat mengetahui kelebihan serta kekurangan dari penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

Haryadi Suyuti selaku Wali Kota Yogyakarta hingga saat ini masih mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemda DIY tentang uji coba rekayasa lalu lintas pendukung pedestrianisasi Malioboro. Meskipun sejak dua hari sudah diterapkan, tak dapat dipungkiri jika banyak yang menuai kritik dan juga saran dari masyarakat.

“Untuk Malioboro sendiri, situasi saat ini saya mendukung kebijakan dari DIY, namun dengan beberapa catatan yang akan kamu kaji,” ungkapnya.

Kajian Penerapan Jalur Pedestrian Malioboro

Salah satu hal yang nantinya akan dikaji, khususnya berkaitan tentang aktivitas perekonomian yang ada di Malioboro. Apalagi dari dampak sepinya pengunjung. Mengenai situasi keramaian yang ada di Malioboro, Haryadi mengharapkan agar dapat tetap terjaga.

“Ya, semua itu sudah kami dengar semua, kita akan kaji. Untuk saat ini jadi sepi, sepinya kegiatan ekonomi malah jadi terganggu,” ungkapnya.

Haryadi juga akan melakukan kajian mengenai penerapan dari jalur pedestrian itu sendiri. Rencananya, pekan depan hasil dari kajian tersebut menuju ke kawasan heritage akan dipaparkan.

“Ya kita akan uji coba, lebih lanjut, hari Senin setelah saya kaji, nantinya saya akan sampaikan rencana pedestrianisasi Malioboro tersebut menuju ke kawasan heritage Yogyakarta,” terangnya.

Haryadi mengakui jika pihak yang berkepentingan di dalam konteks penerapan jalur pedestrian yang ada di Malioboro menuju kawasan heritage.

“Agar ekonomi dapat maju, sosial maju. Jadi tidak langsung dibandingkan di antara heritage dan juga ekonomi. Ebenarnya saling melengkapi namun jangan diadukan, sini naik sini anjlok,” ungkapnya.

Sudah Melakukan Rapat Koordinasi Antar Paguyuban Pelukis, Pengrajin dan PKL

Slamet Santoso sebagai Ketua Paguyiban Pelukis, Pengrajin dan PKL malioboro – Ahmad Yani mengatakan jika pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama dengan komunitasnya serta mengajukan nota keberatan. Isi dari nota tersebut adalah keberatan jika uji coba rekayasa lalu lintas pendukung pedestrianisasi Malioboro diadakan hingga 15 November.

“Uji coba penerapan jalur pedestrian Malioboro tersebut memang dampaknya sangat terasa, terutama pada aspek pemasukan yang ada di Malioboro. Dengan kondisi tersebut, kawasan Malioboro susah, terlebih angkutan barang. Beberapa toko juga keberatan untuk loading barang,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here