Beberapa pelaku UMKM dan juga fashion desainer menggelar sebuah pameran masker selama tiga bulan yang bertempat di Galeria Mall semenjak tanggal 4 November 2020 ini.

Upaya untuk dapat mendukung masa adaptasi dari kebiasaan baru ini sendiri diharapkan dapat memerikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Warna – warni dari masker dan juga model serta motif yang bervariasi terpampang di bagian lantai satu Galeria Mall Yogyakarta. Hasil kreasi daripara pelaku UMKM dan fashion desainer tersebut nantinya akan dipamerkan selama tiga bulan sampai dengan Januari 2021.

Ada Ribuan Masker dalam Pameran Masker di Galeria Mall

Terdapat ribuan masker yang beragam dengan gaya unik dan menarik ditampilkan di dalam kesempatan tersebut. Para fashion desainer serta pelaku UMKM sendiri menghadirkan ciri khas masing – masing melalui masker yang diproduksinya tersebut.

Tak hanya memiliki motif tradisional saja, beberapa masker memiliki gaya yang modern dan kekinian ikut dihadirkan.
Tetapi sebagian besar masker yang dipamerkan memang menggunakan kain tradisional dan dikreasikan sesuai selera serta kreativitas tertentu. Jadi akan menghasilkan produk yang menarik. Pameran ini sendiri didasari dengan peluang yang dihadirkan pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini.

Penggunaan masker juga saat ini sudah menjadi satu kebiasaan sehari – hari ketika beraktivitas. Dalam artian mau tidak mau serta harus disadari, penggunaan dari masker untuk masyarakat sudah menjadi sebuah gaya hidup.

Koordinator pameran sekaligus fashion desainer, Lia Mustafa yang mana ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mengatakan jika ada 18 fashion desainer yang ikut serta di dalam pameran ini dengan menampilkan beberapa produk masker terbaiknya. Bahkan tak hanya dari Jogja saja, namun banyak juga fashion desainer yang berasal dari daerah lain.

Produk Masker Akan Selalu Berganti di Setiap Pekan

Sejumlah produk yang ditampilkan tersebut nantinya akan berganti koleksi di setiap pekannya. Pada pekan kedua di bulan November aka nada 40 desainer menampilkan produk masker dalam pameran tersebut.

“Kami nantinya juga akan mengajak para pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi. Sedangkan untuk motif, kami akan membebaskan, namun yang diutamakan adalah kain bermotif batik, lurik atau tenun,” ungkapnya.

Pameran masker ini sendiri dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM dan fashion desainer yang terdampak pandemi agar bisa memanfaatkan kondisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here