Lopis Mbah Satinem menjadi salah satu lopis legendaris di kota Yogyakarta. Bagaimana tidak? Mbah Satinem ini sudah berjualan lopis sejak tahun 90an dan tempat jualannya pun tidak pernah pindah. Beliau sekarang sudah berusia 70 an dan kalau berjualan selalu ditemani sama anaknya.

Kenalan Dulu Sama Lopis Mbah Satinem

Bagi orang Yogjakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya makanan lopis, kan? Lopis adalah sebuah kue basah yang terbuat yang dari bahan ketan putih. Lopis ini biasanya diolah dengan di bungkus daun pisang lalu di kukus.

Cara penyajiannya adalah dengan di potong – potong lalu disajikan dengan “juruh “ yaitu gula merah yang di cairkan dan parutan kelapa.

Ada banyak sekali penjualan lopis di kota Yogyakarta. Salah satu yang terkenal adalah jualannya mbah Satinem. Beliau buka mulai dari jam 6 – 11 siang. Kadang sebelum jam 11 siang aja udah habis.

Lopis Mbah Satinem dikenal sangat pulen dan “ juruh” yang digunakan sangat enak dan legit sekali. Selain menjual lopis juga menjual ketan hitam, ketan putih, tiwul, dan sebagainya. Untuk harganya per bungkus 10 ribu. Emang sih agak mahal dari pada yang lainnya. Tapi rasanya beda dari yang lainnya. Lasis pokoknya.

Yang Harus Anda Tahu Tentang Lopis Ini!

Selain rasanya yang enak, lopis mbah Satinem juga mempunyai beberapa keistimewaan sendiri. Sebelum Anda memutuskan buat membeli, Anda harus tahu dulu ya.

1. Beli pakai nomer antrian

Keunikan yang pertama adalah membeli dengan nomer antrian. Dah kayak mau ambil apa saja ya. Hehe. Emang bener, saking banyak pembeli mbah Satinem belum buka lapak aja sudah banyak yang antri. Maka dari itu, kalau Anda mau bisa menikmati Lopis mbah Satinem harus antri ambil antrian dulu di pagi hari biar gak keburu sama yang lain.

2. Bisa dibawa pulang buat oleh-oleh

Meskipun bukan jenis makanan kering, Lupis Mbah Satinem ini bisa dibawa pulang loh buat oleh-oleh. Mbak Satinem mempunyai cara sendiri agar lopisnya bisa tahan lama yaitu dengan memisahkan lopis dengan juruh. Anda bisa membeli lopis yang sudah di potong-potong atau yang masih dibungkus dengan daun dalam bentuk lonjoran seperti lontong.

3. Favorit presiden Soeharto

Presiden Soeharto ternyata dulunya adalah penggemar lopis legendaris ini. Kata mbah Satinem jika dulu ajudan presiden kedua Indonesia ini selalu membelikannya dan bahkan pak Soeharto juga sering ke warungnya.

Wah enak ya sepertinya lupis Mbah Satinem. Yuk kalau Anda baru di Jogja langsung aja ke Jalan Bumiijo no 40 tepatnya berada di depan ruko pertigaan Hotel Pesona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here