Petani yang ada di Kapanewon Temon mengadu ke Sutedjo selaku Bupati Kulon Progo karena lahan pertanian rusak yang disebabkan oleh proyek rel kereta api Bandara YIA.

Sejumlah perwakilan petani yang ada di wilayah Kepanewon Temon meminta Bupati Sutedjo bisa ikut turun tangan secara langsung menyelesaikan permasalahan lahan pertanian yang ada di Kalurahan Glagah tersebut.

Mereka mengaku jika kerugian yang dialami mencapai Rp 6,5 miliar. Perwakilah petani, Bayu Puspo Putro Pangaribawa mengatakan jika proyek rel badara itu sendiri menyebabkan saluran pembuangan air menjadi tersendat. Ketika hujan turun pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu, air yang berasal dari sungai meluap serta merendam lahan pertanian seluas 16,18 hektar.

Total Kerugian Lahan Pertanian Rusak Mencapai Rp 6,5 Miliar

Hal tersebut berakibat tanaman pertanian seperti melon, cabai, semangka sampai dengan jagung mengalami kerusakan. Sehingga para petani pada akhirnya gagal panen. Karena gagal panen, tentu saja pendapatan dari para petani menjadi menurun drastis dibandingkan sebelum adanya proyek terebut.

“Petani sudah berupaya untuk menyelamatkan tenamannya, tetapi karena genangan air yang cukup banyak, menjadi rusak. Total kerugian yang diderita para petani mencapai Rp 6,5 miliar,” ujar Bayu.

Bayu juga menjelaskan jika sebelum adanya proyek tersebut, ketika hujan turun, lahan pertanian tetap aman dari genangan air. Tetapi setelah proyek tersebut berjalan yang mana bertepatan dengan muim hujan, nantinya akan terjadi banjir. Dimana banjir tersebut tentunya menjadi masalah yang cukup berat.

Sudah Peringatkan Pihak Pengelola

Menurut Bayu, para petani sebelumnya juga sudah memperingatkan pihak pengelola yaitu PT Kalista KSO agar dalam proyek tersebut dibuatkan gorong – gorong. Tetapi karena mereka hanya sebagai sub kontraktor, sehingga tidak berani mengambil keputusan.

“Petani sebelumnya sudah bertemu dengan PT tersebut, tetap memang belum terdapat solusi yang konkret,” ungkapnya.

Bupati Kuon Progo juga berjanji akan berupaya untuk mencari solusi untuk dapat membantu para petani yang terdampak.

“Kami nantinya akan menjembatani komunikasi di antara petani dan juga pelaksana,” ujarnya.

Dengan demikian tentu saja akan membantu para petani untuk mendapatkan solusi seperti apa baiknya, sehingga nantinya tidak akan merugikan para petani karena lahan pertanian rusak akibat proyek tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here