Pemerintah Daerah memperpanjang kembali kebijakan status tanggap darurat dari bencana covid-19. Dimana perpanjangan yang sudah keenam kalinya tersebut akan diberlakukan oleh Pemerintah Daerah selama satu bulan ke depan melalui Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 318/KEP/2020.

Status tanggap darurat yang kelima di DIY sendiri akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2020. Dengan adanya perpanjangan selama satu bulan, status tanggap darurat tersebut akan kembali diberlakukan sampai dengan 30 November 2020 mendatang.

“Iya, keputusan dari satgas dalam memperpanjang status tanggap darurat,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dari Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Menurut Sultan, kebijakan atas status tanggap darurat di DIY tersebut mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Dimana sampai dengan saat ini pemerintah masih terus menetapkan status kondisi darurat bencana nasional yang terkait dengan pandemic covid-19 tersebut.

Pengambilan Langkah Perpanjangan Kebijakan Status Tanggap Darurat

Untuk memperbaiki kondisi saat ini, Sultan meminta gugus tugas untuk dapat mengambil langkah dan juga tindakan yang dibutuhkan untuk dapat mencegah dan juga menangani dampak buruk dari pandemi ini. Hal tersebut sangat penting karena tren dari kasus positif covid-19 di DIY terbilang masih cukuip tinggi.

Sampai dengan hari Selasa, total kasus positif dari covid-19 yang ada di DIY sudah mncapai 3.617 kasus. Kemudian terdapat tambahan kasus baru yang mana kebanyakan adalah hasil tracing dari kasus yang sebelumnya.

DIY sendiri pertama kali memberlakukan status tanggap darurat pada tanggal 20 Maret sampai 29 Mei 2020. Dimana status tanggap darurat tersebut ditetapkan karena eskalasi penularan covid-19 yang mana terus saja bertambah.

Kasus Positif Covid-19 Semakin Bertambah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan covid-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih juga menjelaskan jika hasil dari pemeriksaan sebanyak 418 sampel dan 336 orang, sekarang ini terdapat tambahan 41 kasus baru positif covid-19 yang ada di DIY.

Untuk kasus yang paling banyak muncul adalah di Bantul, dimana mencapai 23 kasus. Berty juga menyebutkan jika banyaknya kasus yang ada di Bantul tersebut adalah hasil dari tracing.

Sedangkan untuk Gunungkidul mencatatkan 10 kasus baru, kemudian Kulon Progo 5 kasus baru, Slman 2 kasus baru dan Kota Yogyakarta 1 kasus baru.

Dari 41 kasus baru terseut, hasil tracing kontak sampai dengan 30 kasus. Sedangkan untuk 3 kasus adalah perjalanan luar daerah dan 2 kasus lain berasal dari hasil periksa mandiri. Sedangkan untuk 6 kasus lain masih di dalam penelusuran.

Jadi dengan adanya hal tersebus, kebijakan status tanggap darurat kembali dilakukan untuk meminimalisir kasus positif covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here