Yogakarta kembali dipadati oleh wisatawan saat libur panjang cuti bersama sampai akhir pekan ini. Sehingga wisatawan diharapkan untuk tetap memperhatikan kebijakan protokol kesehatan.

Kadarmanta Baskara Aji selaku Sekretaris Daerah DIY menuturkan jika terkait dengan membludaknya kunjungan wisatawan ini, Gubernur DIY sudah sejak awal mengambil kebijakan untuk tidak menolak ataupun melarang datangnya wisatawan di daerah DIY, terlebih lagi di destinasi wisata.

Meskipun demikian, dirinya juga memastikan jika baik itu pengunjung ataupun penyelenggara tempat tujuan wisata tersebut harus mematuhi protokol kesehatan.

“Saya kira saat long weekend dapat berdampak ekonomi yang cukup baik. Namun kita juga tidak oleh kemaruk serta tetap menjaga protokol kesehatan secara baik,” ungkap Baskara.

Pemerintah Memastikan Petugas Mengamankan Kebijakan Protokol Kesehatan

Sekda DIY juga sudah memastikan dan menegaskan jika aparat kepolisian seperti Satpol PP serta Gugus Tugas Penanganan covid-19 sudah bergerak melakukan pengamanan pada destinasi wisata.

Jika memang terbukti terdapat pelanggaran, nantinya aparat akan secara tegas melakukan penindakan, baik itu ke pengelola wisata ataupun wisatawan yang datang berkunjung.

“Kalau nantinya melanggar, bisa dibubarkan serta menutup wisata tersebut,” tegas Baskara.

Ketegasan dari pemerintah daerah di dalam menerapkan protokol kesehatan juga diungkapkan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

Dirinya mengunkapkan jika masih ada banyak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, terlebih lagi wisatawn yang tidak mengenakan masker. Tindakan tegas itupun dilakukan di beberapa tempat wisata seperti Malioboro, dimana wisatawan yang tidak mengenakan masker dilarang masuk ke dalam kawasan wisata tersebut.

Jumlah Wisatawan Terlihat Melonjak Cukup Tinggi

Meskipun aturan protokol kesehatan tersebut diterapkan secara ketat, tetapi untuk jumlah wisatawan di beberapa tempat wisata, seperti di Malioboro terlihat melonjak cukup tinggi jika dibandingkan dengan hari biasa.

Melihat kondisi tersebut, Miyono selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY menjelaskan jika ekonomi di DIY mulai bergerak seiring dengan melonjaknya kedatangan wisatawan ketika libur panjang akhir pekan ini.

Tetapi hal tersebut masih dirasa kurang untuk dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang mana terdampak oleh pandemi covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 sudah diprediksikan positif pada sekitar 4% lebih. Di tahun 2020 diprediksi masih negatif. Namun mudah – mudahan tidak terlalu dalam dan tetap memperhatikan kebijakan protokol kesehatan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here