Tidak dapat dipungkiri jika selama masa pandemi ini, ada berbagai kebijakan yang dibuat dan harus dipatuhi oleh masayarakat. Salah satunya adalah kebijakan penutupan bioskop, ada banyak sekali bioskop yang ditutup di berbagai daerah. Namun berbeda dengan di Jogja, karena Jogja tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut.

Heroe Poerwadi selaku Wakil Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta juga mengatakan tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk menutup bioskop.

“Jadi mengenai bioskop, kami bukan dalam posisi yang mengizinkan ataupun tidak menginginkan buka kembali,” ujarnya.

Tidak Mengeluarkan Kebijakan Penutupan Bioskop

Selama masa pandemi, Heroe berpendapat jika Pemerintah Kota Yogyakarta tidak mengeluarkan kebijakan untuk menutup bioskop karena khawatir penularan covid-19 meluas. Pmerintah justru memilih untuk mengambil langkah sesuai dengan kebijakan yang berlaku secara umum, sebagaimana tempat hiburan yang lainnya.

“Untuk masalah operasional bioskop, kami memberlakukan sama dengan sarana serta tempat wisata lain misalnya hotel, kafe maupun restoran,” ungkapnya.

Heroe juga menjelaskan, jika memang pihak pengelola bioskop ingin kembali membuka bioskop tersebut, tentu saja haru mengajukan permohonan kepada lingkungan sekitar dan pemerintah daerah untuk dapat memperoleh verifikasi protokol kesehatan.

Jadi, untuk penilaian apakah bioskop tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan dan meminimalisir potensi penularan covid19 takhanyadari satuarah saja. Namun juga berdasarkan penilaian dari lingkungan masyarakat sekitar, termasuk gugus tugas pada tingkat kecamatan.

Melihat Persyaratan Pembukaan Bioskop

Heroe Poerwadi menamahkan jika bioskop merupakan tempat yang bisa dibilang cukup rawan penularan covid-19. Hal tersebut karena terdapat sejumlah orang dalam satu ruangan selama beberapa waktu. Oleh karena itu, jika protokol kesehatan tidak maksimal, tentu saja potensi penularannya akan sangat tinggi.

“Pengajuan permohonan verifikasi pada saat bioskop akan buka lagi demi melihat sejauh apa upaya dari pengelola dapat melindungi konsumen. Seperti apa skenario dari pengelola dalam menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Komitmen dari pengelola bioskop dalam mencegah penyebaran dari virus covid-19 ini menurut Heroe akan menjadi sangat penting karena mereka yang mengetahui berapa kapasitas dari pengunjung, berapa jumlah studionya, ketersediaan kursi penonton dan pergantian film dalam satu sesinya.

Jadi memang tidak ada kebijakan penutupan bioskop, namun harus memperhatikan persyaratannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here