Sebuah aksi unjuk rasa dalam menolak Omnibus Low RUU Cipta Kerja ternyata sangat berdampak dengan dunia pendidikan yang ada di Kota Yogyakarta. Bahkan kebijakan pemberhentian pembelajaran tatap muka praktikum sementara diambil.

Dimana sejak bulan September lalu sudah dilaksanakan di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kota Yogyakarta.

“Setelah adanya demo beberapa waktu lalu, praktikum tatap muka kami hentikan terlebih dulu. Karena memang dari Balai Dikmen Kota kami mengambil kebijakan dengan menyetop terlebih dulu,” ujar Ngatini selaku Kepala Seksi Layanan Pendidikan Balai Dikmen Kota Yogyakarta.

Alasan Kebijakan Pemberhentian Pembelajaran Tatap Muka Praktikum Diambil

Dirinya menerangkan jika kebijakan tersebut diambil karena ketika pasca unjuk rasa lalu, ada tiga siswa SMK di Yogyakarta yang harus menjalani proses penyidikan pihak kepolisian. Dengan adanya insiden tersebut, ada banyak orang tua yang protes serta khawatir dengan kondisi anak – anak mereka.

“Ada tiga siswa SMK yang sampai saat ini masih dalam proses penyidikan. Terlebih isunya demo tersebut akan berlanjut. Orang tua juga khawatir jika anaknya masuk sekolah, lalu pulangnya kemana. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, kami mengendalikan hal itu,” ujar Ngatini.

Menurutnya pembelajaran tatap muka praktik pada beberapa SMK Kota Yogyakarta sudah dinonaktifkan sekitar 2 minggu belakangan.

Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dimulai

Untuk rencananya, kegiatan tatap muka pembelajaran praktikum akan kembali dimulai pada awal bulan November 2020.
“SMK jika tidak praktik tentunya tidak bisa. Jadi diharapkan pada awal bulan November ini akan kembali aktif,” ungkap Ngatini.

Sampai saat ini, jelasnya di Kota Yogyakarta sudah terdapat sekitar 11 SMK yang sudah menjalankan pembelajaran tatap muka praktik.

Untuk beberapa SMK yang sudah mulai menjalankan kegiatan pembelajaran praktikum tatap muka adalah SMK – SMTI Yogyakarta, kemudian juga SMK N 2 Yogyakarta, lalu SMK Islam Yogyakarta, SMK N 1 Yogyakarta, SMK N 3 Yogyakarta, SMK N 4 Yogyakarta, SMKN 7 Yogyakarta, SMK Tamansiswa Jetis dan juga SMK Marsudi Luhur Yogyakarta.

Mungkin kebijakan pemberhentian pembelajaran secara tatap muka karena aksi demo tersebut dilakukan, diharapkan awal bulan November 2020 kegiatan sudah dapat dimulai kembali. Selain itu dalam melakukan kegiatan tersebut tentu saja tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here