Kebijakan pembelajaran tatap muka untuk saat ini memang masih belum bisa diputuskan mengingat masa pandemi yang belum juga berakhir. Bahkan Didik Wardaya selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY mengatakan jika sampai saat ini belum ada sekolah di DIY yang melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Hal tersebut karena syarat untuk belajar tatap muka sesuai dengan surat keputusan bersama 4 menteri adalah untuk daerah zona hijau dan juga kuning covid-19.

“Di daerah DIY sendiri saat ini tidak kuning dan juga hijau, beberapa bahkan masih merah. Jadi dengan adanya persyaratan tersebut, kita memang belum diizinkan,” ungkap Didik.

Waktu Dimulai Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Jika ditanya mengenai kapan di DIY akan diberlakukan KBM secara tatap muka, Didik menjawab jika hal tersebut dilakukan ketika kasus penularan covid-19 sudah melandai serta tidak terdapat penularan yang bersifat merata. Tetapi pihaknya juga tidak menunggu sampai DIY berstatus zona hijau karena hal tersebut dianggap cukup sulit untuk dicapai.

“Jika sampai zona hijau, sepertinya agak suit, misalnya kita yakin landau dan tidak terdapat penularan yang sifatnya merata.jika klaster kan mungkin ada di klaster itu saja. Kebijakan lebih jauh memang masih menunggu perkembangan.

Pada tahun depan sudah ataupun belum kami masih persiapan. Jika memungkinkan, pada tahun depan kita akan melakukan pembukaan tatap muka, saat ini juga sekolah sudah mempersiapkan,” ujarnya.

Menurut Didik, sekarang ini beberapa sekolah di DIY sudah cukup siap dengan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang adaptasi kebiasaan baru covid-19. Tetapi menurutnya yang harus dipastikan adalah penerapan dari perilaku AKB tersebut. Contohnya saja adalah mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan juga tidak berkerumun.

Meskipun demikian, sekarang ini untuk SMK sudah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka untuk praktik atau praktiku secara terbatas. Misalnya jika kapasitas normal untuk 36 siswa, maksimal hanya digunakan sebesar 50 persen saja. Sebagian besar sekolah bahkan hanya mengambil sekitar 35 persen dari kapasitas.

“Sudah ada cukup banyak sekolah yang mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka, sekolah juga sudah membuat gugas internal, salah satunya adalah memantau AKB anak – anak tersebut. Mereka akan menegur anak yang berkerumun. Kami juga mengecek ke lapangan secara langsung,” ungkap Didik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here