Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia menyanjung kebijakan mikro lockdown yang dilakukan di Yogyakarta. Dimana Moeldoko ini berkunjung ke kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY dan Raja Keraton Yogyakarta di Keraton Kilen.

Setelah kunjungan, Moeldoko menjelaskan jika di dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas tentang penanganan covid-19 yang mana dilakukan Pemda DIY selama ini.

Seperti yang sudah masyarakat tahu jika DIY memiliki pertumbuhan kasus positif covid yang cukup dapat dikendalikan. Sehingga pertumbuhannya tidak terlalu signifikan seperti kota – kota besar yang lainnya. Sehingga tak heran jika Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia menyanjung akan kebijakan yang sudah diberlakukan oleh Gubernur DIY.

“Membicarakan mengenai perkembangan dari kasus covid-19, pengelolaan yang ada di Jogja. Selain itu juga langkah Bapak Gubernur begitu inovatif. Kita mendengarkan beliau, dan memang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang sudah diambil. Kebijakan pemerintah tersebut adalah mikro lockdown,” ungkap Moeldoko.

Kebijakan Mikro Lockdown Semakin Diperlukan

Moeldoko juga menambahkan jika pengertian dari PSBB ini jika semakin mikro akan semakin diperlukan. Atau dapat dibilang PSBM yang berarti Pembatasan Sosial Berbasis Mikro.

“Bisa di dalam satu wilayah konsentrasi, misalnya hanya di kawasan RW dan itu juga ada pada beberapa rumah serta itu yang harus difokuskan. Sehingga bukan satu kawasan tersebut diberlakukan PSBB, yang mana sedang dijalankan Pak Gubernur begitu selaras dengan kebijakan nasional,” ujarnya.

Tidak Perlu Langsung Menerapkan Kebijakan PSBB

Kemudian Moeldoko menambahkan agar nantinya daerah tidak langsung memberlakukan kebijakan PSBB dalam satu kabupaten jika dapat menerapkan PSBM. Terlebih jika kasus positif covid-19 terbilang cukup kecil dalam satu wilayah tersebut atau bahkan tidak ada kasus positif.

“Jika memang kejadiannya di dalam suatu zonasi yang kecil, maka perlakukannya tentu saja akan semakin mikro. Jangan langsung diberlakukan yang makro karena nantinya justru akan mengganggu yang lainnya,” tutupnya.

Jadi sebenarnya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah DIY ini sangat perlu diapresiasi, bahkan dapat menekan pertumbuhan kasus covid-19.

Jadi kebijakan mikro lockdown tersebut justru akan memberikan dampak positif untuk masyarakat dan cenderung lebih efektif menekan pertumbuhan kasus positif covid-19. Sehingga masyarakat juga dapat melakukan kegiatan masing – masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here