Untuk Anda yang sering merokok, sekarang harus berhati – hati saat akan merokok di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Hal tersebut karena sekarang ini kebijakan tentang aturan Kawasan Tanpa Rokok sudah resmsi ditetapkan di area tersebut. Aturan sanksinya sendiri berupa denda jutaan rupiah sudah disiapkan setelah sosialisasi KTR ditargetkan selesai dalam satu bulan.

Tujuan Penetapan Aturan Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro

Sebenarnya tujuan kebijakan tersebut adalah agar dapat memperkuat pelaksanaan dari protokol kesehatan dan pencegahan penularan covid-19. Setelah sebelumnya dicanangkan wajib 4 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, saat ini ditambah lagi 1 TM.

“Kita tambah lagi aturan 4 M dengan 1 TM, yaitu tidak merokok. Karena rokok dihisap di bibir. Hal tersebut yang kita antisipasi menjadi salah satu bagian yang dapat menyebarkan virus. Jadi hal tersebut menjadi upaya kita untuk menjadikan Malioboro memiliki keamanan yang maksima di dalam sebaran covid-19,” ungkap Heroe.

Meskipun Pemerintah Kota Yogyakarta masih menyediakan suatu ruangan khusus untuk para perokok, para pedagang asongan masih diperbolehkan menjual rokok di kawasan Malioboro. Adapun ruang khusus untuk para perokok seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali, utara Maliooro Mall, utara Ramayana dan juga lantai III Beringharjo.

“Jadi bahasannya sendiri adalah di Malioboro tidak diperbolehkan merokok di semarang tempat kecuali pada tempat yang sudah disediakan untuk merokok,” ungkapnya.

Pelanggar Dikenakan Sanksi Denda Rp 7,5 Juta

Heroe juga menegaskan, untuk mereka yang kedapatan merokok di sembarang tempat di kawasan Malioboro akan dikenakan sanksi denda seperti yang diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2017.

“Kalau Perda tanpa rokok sudah ada sanksinya yang berupa denda Rp 7,5 juta,” tegas Heroe.

Tetapi sanksi denda memang belum akan diberlakukan selama masa sosialisasi KTR oleh Jogoboro dan juga Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Rencananya, sosialisasi tersebut akan memakan waktu selama 1 bulan.

“Sosialisasi eke wisatawan nantinya akan melalui teman – teman yang jaga. Jogoboro, yang merupakan tim yang dibentuk Dinas Kesehatan.

Salah satu yang kita lihat adalah banyak orang yang mengenakan masker dengan menaruh di dagu, itu menjadi alasan sedang merokok. Saat ini dengan adanya aturan Kawasan Tanpa Rokok di Maliooro tentunya akan membuat orang mengenakan masker sebagaimana mestinya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here