Belum lama ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan inspeksi mendadak distribusi pupuk. Pengecekan tersebut bertempat di Gudang Pupuk Sriwidjajaatau PUSRI di Kalurahan Jeruksari, Wonosari.

Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menjelaskan jika sidak tersebut dilakukan untuk mengecek aktivitas distribusi sampai ketersediaan pupuk yang ada di gudang.

“Terlebih untuk saat ini permintaan pupuk subsidi semakin meningkat, sehingga perlu adanya pengecekan lebih lanjut,” ujar Bambang.

Menurutnya, peningkatan permintaan tersebut dapat terjadi karena sejak bulan Oktober lalu musim tanam padi pertama tahun 2020/2021 sudah dimulai. Untuk sekarang ini, zona selatan masuk pada masa pertumbuhan, sedangkan untuk zona tengah serta utara mulai menanam.

Hasil Inspeksi Mendadak Distribusi Pupuk

Berdasarkan dari hasil sidak, DPP Gunungkidul mendapati jika proses distribusi berbagai jenis pupuk subsidi terus saja dilakukan. Hal tersebut terlihat dari aktivitas bongkar muat yang mana dilakukan oleh pegawai PUSRI.

Antok selaku Petugas Gedung PUSRI menyampaikan jika pihaknya mengambil stok pupuk tersebut dari berbagai daerah. Misalnya saja Cilacap, Klaten sampai Semarang. Ratusan ton pupuk segera dikirimkan ke berbagai wilayah yang ada di Gunungkidul setelah masuk ke dala gudang.

“Pupuk yang sudah sampai di gudang kemudian kami distribusikan lagi ke sejumlah distributor. Misalnya saja Ngawen, Tanjungsari, Rongkop, Semanu, Saptosari, Panggang dan juga Wonosari,” terang Antok.

Persediaan Pupuk Subsidi Lancar dan Aman

Melihat hal itu, DPP Gunungkidul menyimpulkan jika persediaan pupuk subsidi untuk masa tanam 2020/2021 sudah dipastikan aman dan lancar. Bahkan pihak DPP juga terus menjalin komunikasi dengan para produsen dan distributor pupuk.

Bambang meminta agar Gunungkidul ini diprioritaskan dalam pengadaan pupuk bersusidi. Karena petani yang ada di wilayah tersebut terbiasa membeli pupuk dalam jumlah yang besar, terlebih ketika masa tanam pertama.

“Para produsen dan juga distributor sudah merespon baik permintaan tersebut. Jadi sudah dapat dipastikan jika stok pupuk masih aman,” ujarnya.

Data DPP Gunungkidul mencatatkan ada 2 jenis pupuk yang mana penebusannya di atas 70 persen dari kuota sampai akhir Oktober 2020. Misalnya saja NPK yang mencapai 72,44 persen dan juga ZA pada kisaran 72,63 persen.

Sedangkan 2 jenis pupuk yang lain seperti Urea penebusannya sudah mencapai sekitar 54,03 persen dan SP-36 mencapai 51,89 persen. Data tersebut diperoleh dari adanya inspeksi mendadak distribusi pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here