Penggunaan limbah ampas tebu lebih menguntungkan karena ketersediaannya melimpah dan masih terabaikan.

Yogyakarta khususnya daerah Bantul pernah mengalami gempa bumi yang mampu  menghancurkan sebagian besar rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi di tahun 2006. Maka dari itu, perlu adanya inovasi untuk mengatasi gempa bumi dengan kerugian material lebih besar. salah satunya, menggunakan limbah sebagai inovasi bata ampas tahu. Hasil Karya dari Mahasiswa UNY patut diapresiasi untuk mencegah kerusakan yang disebabkan gempa bumi.

Inovasi Bata Ampas Tebu Mirip Semen Bangunan

Penggunaan limbah ampas tebu lebih menguntungkan karena ketersediaannya melimpah dan masih terabaikan. Pemanfaatan batu bata dari abu ampas tebu memberikan kontribusi untuk menghasilkan bahan material bangunan ramah lingkungan. Selain itu, pemilihan bentuk segienam pada batu bata yang dihasilkan memiliki beragam keuntungan. Berikut beberapa kelebihan penggunaan batu bata heksagonal dari limbah tebu:

Jumlah Cukup Melimpah dan Kandungan Mirip Semen

Pengambilan limbah berasal dari Pabrik Gula Madukismo Daerah Bantul. Bahan tersebut diambul dari daerah yang mengalami dampak gempa. Pemilihan bahan baku limbah ampas tebu dikarenakan kandungan kimianya memiliki kemiripan dengan semen. Senyawa kimia tersebut meliputi, Al2O3, CaO, K2O, Na2O, MgO, P2O5 dan lain sebagainya.

Foto: Batu bata dari limbah ampas tebu buatan mahasiswa UNY, Yogyakarta, Selasa (9/6/2020). (Dok Humas UNY)

Selain itu, bahan limbah ini masih melipah jumlahnya. Kandungan senyawa tersebut memiliki potensi besar sebagai pengganti semen. Senyawa silika pada abu ampas memiliki reaksi dengan Kalsium Hidroksida dan air.

Hasil yang diperoleh berupa zst perekat prosentasi senyawa kimia yang terkandung di dalamnya meliputi, Aluminium Oksida 53%, FeO3 7,5%, Kalsium Oksida 28.6 % dan lain sebagainya. Sedangkan abu ampah tebu yang dipanaskan pada temperatur 600 derajat celcius dengan waktu 2 jam menghasilkan SiO2 71%.

Ramah Lingkungan

Penggunaan limba dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus membantu memnafaatkan limbah yang sudah tidak dipakai. selainn itu, bentuk segienam lebih hemat tempat dan menguntungkan. Hal ini akan membantu menghemat lahan berkisar 13% dan populasi yang dihasilkan lebih banyak memiliki kisaran nilai 15%.

Apabila dibandingkan dengan segi empat, kerekatan heksagonal lebih tinggi. Hal ini dikarenakan simetri putarnya memiliki jumlah berkisar 6 buah. Penambahan bahan lain di dalam inovasi bata ampas tebu meliputi, kayu bakar, jerami, minyak tanah, air dan tanah liat. Sedangkan alat yang diperlukan berupa tungku pembakar, pengaduk, ember, cetakan segi enam, masker dan penggunaan sarung tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here