Evakuasi hewan ternak warga yang ada di wilayah lereng Gunung Merapi, lebih tepatnya di daerah Pedukuhan Kalitengah Lor, Glagaharjo, Kepanewon Cangkringan, Sleman bisa dibilang lebih lambat. Dari sekitar ratusan hewan ternak, hanya puluhan yang sudah dilakukan evakuasi.

“Evakuasi ternak sendiri dari 94 ekor sapi perah yang sudah diungsikan baru sekitar 36 ekor. Hal tersebut juga karena terdapat warga yang masih tidak mau untuk melakukan evakuasi,” ujar Heru Saptono, selaku Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Heru mengungkapkan jika selain sapi perah, masih terdapat sapi potong dengan jumlah 200 ekor. Dimana ratusan sapi perah tersebuit sampai saat ini masih belum dapat dievakuasi dan masih ada di Dusun Kalitengah Lor.

Evakuasi Hewan Ternak Baru Akan Dilakukan

Sudah disampaikan jika evakuasi ternak nantinya akan dilakukan setelah shelter ternak sudah selesai dibangun. Rencananya sendiri, shelter ternak tersebut akan ada di wilayah sebelah utara di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan.

“Evakuasi ternak masih menunggu dibangunkan shelter ternak terlebih dulu,” ujarnya.

Heru menjelaskan jika pihak pemerintah akan terus melengkapi sarana dan prasarana yang dapat mendukung dan juga dibutuhkan di kandang. Pihaknya juga sudah mencoba melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Benana Daerah Sleman untuk dapat membantu memberikan dukungan yang terkait dengan kelengkapan kandang tersebut.

Menurutnya, kebutuhan air menjadi hal yang sangat penting, baik itu untuk hewan ternak ataupun masyarakat sekitar.

Mengenai hal tersebut, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum mengenai penyediaan hidran umum.

“Untuk saat ini tower air sudah dipasang dengan kapasitas sebanyak 8.000 liter,” ujarnya.

Kendala Proses Evakuasi Ternak

Heru juga menjelaskan jika kendala dari proses evakuasi ternak tersebut adalah hanya tinggal menunggu pembangunan shelter ternak yang sudah disebutkan tadi. Untuk rencananya, akan terdapat 20 unit kandang yang cukup untuk menampung sekitar 209 ternak sapi potong.

“Kendala yang lain adalah penyediaan pakan, baik itu untuk hijauan makanan ternak ataupun konsentrat,” ujarnya.

Jadi setelah shelter selesai dibangun, pihaknya akan memastikan jika evakuasi hewan ternak akan kembali dilakukan. Selain itu untuk semua sarana dan prasarana akan tercukupi dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here