Kementan atau Kementerian Pertanian mengimbau gapoktan atau gabungan kelompok tani serta para petani untuk mengisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik atau e-RDKK 2021 untuk kebutuhan pupuk bersubsidi. Alasannya adalah pendataan e-RDKK tersebut akan segera ditutup dalam pertengahan November.

Misalnya saja di Kabupaten Kulon Progo, kemudian DIY, petani serta gapoktan jika tidak segera mengisi e-RDKK, kedepannya harus menggunakan pupuk nonsubsidi serta pupuk organic.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengtakan jika pihak pemerintah melakukan alokasi pupuk bersubsidi sesuai e-RDKK serta alokasi anggaran sesuai dengan luas baku dari lahan sawah yang ditetapkan oleh ATR / BPN.

“Hal tersebut sangat penting karena jika nantinya data tidak diinput, petani tersebut tidak akan memperoleh pupuk bersubsidi. Itu juga yang sering menimbulkan masalah di kemudian hari.

e-RDKK yang sesuai dengan potensi perencanaan tanam pada masing – masing wilayah desa serta kecamatan, maka akan sangat menentukan ketepatan dalam alokasi pupuk subsidi,” ucap Mentan.

Tentang e-RDKK 2021

e-RDKK merupakan rencana kebutuhan sarana produksi pertanian serta alat mesin pertanian untuk siklus usaha atau satu musim yang disusun dengan dasar musyawarah anggota kelompok tani, yang merupakan sebuah alat pesanan dari sarana produksi pertanian kelompok tani kepada Gapoktan ataupun lembaga lain termasuk perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi.

Sarwo Edhy selaku Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan meminta kepada dinas yang mana membidangi pertanian untuk segera mengunggah data RDKK secara lengkap dengan menggunakan NIK serta KK secara digital sebab kebijakan saat ini hanya menggunakan data e-RDKK yang telah diunggah.

“Kebijakan dari e-RDKK ini sendiri tujuannya adalah untuk memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Jadi nantinya tidak diselewengkan serta mencegah duplikasi penerima pupuk,” ungkap Mentan SYL.

e-RDKK Menjadi Referensi Pembagian Kartu Tani

Sarwo Edy juga menjelaskan jika data e-RDKK ini menjadi referensi untuk pembagian Kartu Tani yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, para petani membayarkan pupuk bersubsidi melalui bank sesuai kuota serta harga dari pupuk bersubsidi tersebut.

“Distributor serta kios merupakan kunci keberhasilan dari penyaluran pupuk bersubsida agar nantinya dapat sampai ke tangan petani yang memiliki hak sesuai mekanisme yang sudah ada, yaitu dengan e-RDKK,” ujar Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Aris Nugraha mengatakan jika pihaknya sedang melakukan gerakan penyusunan e-RDKK 2021 yang mana akan ditutup di pertengahan November 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here