Bajingan, Wisata Melintas Sawah di Sleman

Penat dengan rutinitas di perkotaan? saatnya Anda berlibur mejelajahi pedesaan. Di Sleman, ada wisata unik menjelajahi sejuknya pesawahan dengan alat transportasi yakni gerobak sapi. Pengendali gerobak sapi ini dikenal dengan sebutan “bajingan”.  Gerobak sapi ini dulunya menjadi alat trasportasi barang utama di Sleman dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Kini gerobak sapi tersebut dihias menjadi alat trasportasi wisatawan berkeliling desa, menyusuri sawah.

Gerobak sapi saat ini tidak lagi digunakan untuk angkutan terutama di sawah dan di pedesaan. Gerobak sapi sudah digantikan oleh angkutan mobil.

Gerobak yang bukan didesain untuk manusia itu ternyata memberikan sensasi tersendiri saat ditarik sapi. Anda akan merasakan goncangan yang lebih dari dokar, delman, atau pun andong.

Udara segar pesawahan menerpa wajah saya, sejuknya udara pagi di Sleman benar-benar jadi penawar penatnya rutinitas kerja. Hamparan sawah, parit-parit hingga sungai pun kita lewati. Uniknya saat jalan berbelok melewati sisi persawahan sapi akan belok sendiri tanpa diarahkan menggunakan tali. Meski tali diikat ke leher dan hidung kedua sapi, ternyata tidak untuk pengarah.

Bajingan yang ber-Qurban

Bajingan, gerobak sapi,

Seperti info yang kami kutip dari kompas, Sapi yang digunakan untuk menarik gerobak ini punya rentang usia yang berbeda antara kanan dan kiri. Salah satunya harus berusia dewasa sekitar 10 tahun, sedang satunya sapi muda dua-lima tahun. Sapi yang digunakan ialah sapi jenis PO atau sapi pekerja, lazim disebut sapi jawa di Sleman. Selain menarik grobak, sapi ini terbiasa membajak sawah, setelah usia 15 tahun sapi dipotong untuk kurban Idul Adha.

Untuk Anda yang ingin mencobanya, atraksi wisata ini merupakan paket yang disediakan dari obyek wisata Omah Kecebong, di Kabupaten Sleman. Anda bisa mencobanya di hari apa pun, setelah reservasi terlebih dahulu. Untuk biaya yang ditawarkan, cukup beragam, mulai paket Rp 275.000 per orang dengan makan dan aktivitas wisata lainnya.

Diharapkan para bajingan dan pemilik angkutan tradisional yang penuh filosofi ini pun dapat berbenah, meningkatkan performa, dari sekedar kendaraan untuk pengangkut hasil pertanian, menuju Gerobak Sapi wisata, yang nilai ekonominya meningkat. Saat ini Gerobak Sapi berubah fungsi, menjadi, lebih kepada ‘klangenan’, hobi dan simbol prestius dari para pemilik sapi dan gerobaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here