Pembelajaran aplikasi daring mulai dilaksanakan serentak ketika wabah covid 19 merebak di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menegah penularan virus corona bagi anak-anak sekolah. Selain itu, mengurangi interaksi antara individu agar tetap aman dari bahaya virus. Meskipun demikian, banyak anak-anak yang merasa pembelajaran ini dianggap membosankan. Hal tersebut menyebabkan anak malas dan tidak fokus belajar.

Aplikasi Daring Cegah Kebosanan saat Pembelajaran Online

Sebagian besar guru mengalami kesulitan saat melakukan pembelajaran online. Hal ini dikarenakan kurangnya penguasaan teknologi dan gaya mengajar daring. Selain itu, perlu ketersediaan kuota internet dan kepemilikan gadget untuk siswa belajar.

Meskipun, melalui pembelajaran daring, siswa merasa bosan. Hal ini juga dialami sebagian besar sekolah di Yogyakarta. Namun, terdapat beberapa aplikasi alternatif untuk membantu siswa tetap bisa belajar secara online.

1. Nearpod

Aplikasi ini bisa menjadi solusi untuk mencegah siswa merasa bosan saat pembelajaran daring. penggunaan aplikasi dapat diunduh menggunakan gawai maupun laptop. Aksesnya sangat mudah melalui website maupun app. Aplikasi ini membantu guru untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Hal ini membuat siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar.

Penggunaan nearpod dapat membantu dalam proses KBM karena terdapat fasilitas fitur lengkap. Beberapa diantaranya meliputi, tampilan virtual reality, input PDF, Penggabungan dokumen dan lain sebagainya.

Aplikasi ini juga memberikan template kuis interaktif dengan jawaban panjang. Selain itu, permainan pencocokan pasangan, tes memori, pengisian titik-titik, menjawab pertanyaan dan lainnya. Aplikasi ini dapat muat dengan jumlah murid sebanyak 40 siswa.

2. Flipgrid

Selain Nearpod, penggunaan aplikasi flipgrid membantu siswa untuk memberikan pendapat atas materi yang diberikan. Aplikasi ini sangat mendukung proses interaktif guru dan siswa dalam berpendapat. Siswa dapat mengirimkan pendapatnya kepada guru secara live.

Guru dapat memberikan ulasan atau umpan balik mengenai pendapat yang sudah disampaikan oleh siswa. Guru dapat menentukan kebutuhan penggunaan rubrik penilaian. Namun, perlu disadari bahwa ketersediaan gawai bagi siswa masih terbatas. Selain itu, juga masih terkendala dengan koneksi internet.

Meskipun demikian, pemerintah dan sekolah masih mengupayakan belajar offline. Selain, belajar melalui aplikasi daring. siswa dapat diizinkan masuk ke sekolah untuk melakukan pembelajaran secara langsung. Tentunya, tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah dicanangkan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here