Para petani di Gunungkidul mencari cara untuk antisipasi La Nina agar tidak terdampak pada tanaman yang sedang ditanamnya dengan cara menampung air dan mengendalikan air agar tidak menimbulkan banjir. Kondisi tersebut memang memberikan dampak yang positif, terlebih untuk beberapa wilayah yang biasanya kering, Gunungkidul salah satunya.

Tetapi memang perlu untuk diwaspadai dampak negatifnya, misalnya saja meningkatkan potensi longsor, terlebih lagi pada Kecamatan Gedangsari yang mana secara topografi rawan longsor.

“Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara melakukan pengaturan tata air. Namun perlu adanya sistem drainase ataupun suling – suling pada lereng untuk dapat mengalirkan air.

Selain itu perlu ditanami dengan tanaman yang dapat mengikat tanah serta tidak memberikan pembebanan pada lereng yang berlebih serta tidak memotong lereng,” ungkap Dwikorita Karnawati.

Inisiasi BMKG Pendirian Sekolah Lapangan Iklim untuk Pembelajaran Antisipasi La Nina

BMKG menginisiasi pendirian Sekolah Lapang Iklim yang ada di Kalurahan Ngalang, Kepanewon Gedangsari, Gunungkidul, DIY. Melalui SLI ini, para petani tetap dapat menggunakan ilmu titen yang merupakan ilmu tradisional Jawa untuk dapat membaca gejala alam dan dikombinasikan dengan teknologi prakiraan cuaca BMKG.

Dwikorita menjelaskan jika SLI Operasional memiliki tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan juga keterampilan dari para petani, Pusat Penyuluhan Pertanian dan juga Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan di dalam memanfaatkan informasi iklim yang ada di wilayah kerja.

“SLI ini diadakan untuk antisipasi pada dampak fenomena iklim ekstrim dan menjadi langkah adaptasi pada usaha pertanian jika terjadi iklim eksrim seperti banjir ataupun kekeringan,” ungkapnya.

BMKG sudah mengeluarkan informasi tentang anomaly iklim La Nina di dalam kaitannya dengan potensi musim hujan di tahun 2020/2021.

Pada dasarnya La Nina sendiri merupakan kondisi penyimpangan atau anomaly suhu di permukaan laut Samudra Pasifik, kondisi tersebut terjadi dalam skala waktu beberapa bulan sampai tahunan yang dapat mempengaruhi iklim global.

Badai ataupun siklon tropis tersebut merupakan fenomena ekstrim gangguan cuaca di dalam skala ratusan kilometer yang mempunyai dampak yang berifat regional baik secara langsung ataupun tidak langsung. Selain itu juga berlangsung selama beberapa hari.

Dengan adanya SLI tersebut, menjadi kegiatan rutin dari BMKG sebagai bentuk pelayanan agar masyarakat dapat antisipasi La Nina secara maksimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here