Yogyakarta tidak hanya dijadikan sebagai destinasi wisata dan budaya saja. Namun, juga dikenal sebagai pusat pendidikan karena tersebarnya layanan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. tidak hanya itu, Anda bakal menemukan banyak fasilitas penunjang pendidikan seperti cafe belajar, co working space, bimbingan belajar, toko buku dan perpustakaan. Meskipun demikian, masalah pendidikan Yogyakarta masih menjadi momok bagi beberapa sekolah.

Apa Saja Masalah Pendidikan Yogyakarta Terkait Sarana Prasarana Sampai Kini?

Kota pelajar tidak dapat menjadi jaminan bahwa ketersediaan fasilitas di seluruh kecamatan yang ada di Provinsi Yogyakarta terpenuhi. Mungkin, Anda tidak percaya karena banyak fasilitas penunjang pendidikan ditemui tersebar di wilayah perkotaan. Namun, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi topik krusial di kota ini. Berikut masalah fasilitas pendidikan di Yogyakarta:

1. UNBK Masih Menumpang

Pemerintah mulai menggalakkan Ujian Nasional Berbasis Komputer di tahun 2020. Namun, pada kenyataannya sebagian sekolah belum siap karena alasan terkendala fasilitas komputer. Sekitar 28 sekolah terdiri atas 21 SMA dan 7 SMK harus menumpang dengan sekolah lain untuk melaksanakan UNBK.

Tidak hanya masalah fasilitas, terdapat beberapa alasan kenapa sekolah harus ikut ujian dengan sekolah lain. Beberapa problem tersebut diantaranya kapasitas siswa yang ikut ujian belum memenuhi syarat dan sekolah belum diakreditasi.

2. Beberapa Sekolah Kekurangan Siswa

PPDB tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi COVID-19 membuat sejumlah sekolah di Yogyakarta memiliki jumlah murid lebih sedikit. Salah satunya SMA dan SMP Gotong Royong di Tegalrejo mengalami kekurangan murid. Tidak hanya itu, beberapa sekolah lain di Gunung Kidul dan Kulonprogo juga mengalami hal yang sama.

3. Penggabungan Siswa Antar Sekolah

Beberapa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Yogyakarta memiliki fasilitas terbatas. Selain itu, jumlah murid yang mendaftar terus mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan beberapa sekolah dilakukan penggabungan untuk memenuhi standar. Beberapa diantaranya penggabungan SDN Karangsari dan SDN Pilahan.

Selain itu, SDN Suryadiningratan 3 digabung dengan SDN Suryodiningratan 1. Penggabungan tersebut juga dimanfaatkan untuk perluasan SMP Negeri di Kota Yogyakarta.

Yogyakarta masih menyisakan beberapa masalah pendidikan seperti halnya kota lain. Meskipun demikian, Kota ini masih dianggap memiliki kualifikasi terbaik bagi calon siswa maupun mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di daerah istimewa ini. Masalah pendidikan Yogyakarta perlu menjadi perhatian dan kesadaran bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here